Yunaz Ali Akbar
  • 19
  • 0
  • 0
  • 0

Tokoh Inspiratif

Foto: (sumber: youtube.com)

 

 

Baca Buku Gratis di Perpustakaan Onthel Prasojo

 

Berbuat baik bagi sesama dapat dilakukan dengan berbagai cara. Meski terkesan hanya sambil lalu, tekad meningkatkan budaya literasi di tanah air tidak dapat dipandang sebelah mata. Sambil bersepeda, di mana singgah, di sanalah ada perpustakaan kecil itu.

 

Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga bernama Yunaz Ali Akbar Karaman ini adalah Penggagas dari Perpustakaan Onthel Prasojo. Perpustakaan mini yang dibawanya sambil mengayuh sepeda kemana pun Dia menuju. Perpustakaan ini lahir karena kesadarannya akan minat baca masyarakat yang masih sangat rendah, sementara ide perpustakaan onthel ini didapatnya setelah membaca banyak referensi tentang perpustakaan serupa yang sudah lama ada di Negeri Belanda dan Jepang. Yunaz melihat di kedua negara itu sudah banyak orang yang meminjamkan buku melalui sepeda, demikian juga dengan banyaknya taman bacaan dengan aneka buku yang dapat dibaca secara gratis.

 

Yunaz dengan kepercayaan dirinya mulai mewujudkan ide itu. Dia yang kini memiliki koleksi 500 buku dan sebagian besar dibelinya dengan uang pribadi itu mulai berkeliling menggunakan sepeda sembari membawa buku-buku. Kegiatannya ini diberinya nama Perpustakaan Prasojo. “Prasojo artinya sederhana dan apa adanya. Saya apa adanya saja mengajak membaca dengan sepeda. Dapat nama itu dari Angkringan Prasojo di Yogjakarta,” ungkapnya seperti dikutip dari jawapos

 

Yunaz sendiri memang hobi bersepeda, sedangkan membaca adalah hobinya sejak remaja. Kalau bersepeda sambil meminjamkan buku-buku koleksinya, kenapa tidak? Pemuda asal Sengkaling, Malang, Jawa Timur ini juga kerap bersepeda sembari meminjamkan buku-bukunya di sepanjang wilayah Malang dan Yogjakarta. Selain meminjamkan buku sambil bersepeda, Yunaz juga membangun hubungan pertemanan dengan banyak kalangan termasuk menginspirasi berdirinya banyak taman bacaan di daerah yang disinggahinya. Tidak lupa, Dia menggelar aksi sumbang buku bagi anak-anak di wilayah lain di tanah air seperti ke Kutai Timur, Kaltim.

 

Selama pandemi Covid-19 ini, Yunaz mengurangi aktivitasnya menjalankan perpustakaan sepeda. Alasannya, dia juga ingin mencegah orang berkerumun. Adapaun sebagian besar buku yang dikirim sebagai sumbangannya adalah buku anak-anak. Rencananya, dia juga mengirim buku-buku ke Riau dan Kebumen. “Anak-anak masih kekurangan buku bacaan,’ katanya lagi.

 

Selain itu, Yunaz aktif menulis dan menggambar buku cerita bergambar tentang cerita rakyat untuk anak-anak. Buku-buku itu ditulis dan digambar sendiri dan sebagian ada yang merupakan hasil kerja sama. Dia yang menggambar, sedangkan temannya yang menulis cerita.

 

Kini Yunaz terus mengembangkan Perpustakaan Prasojo yang sudah lama dirintis. Salah satunya membuat katalog di akun sosmed semacam instagram dengan nama akun @perpus_prasojo.  Dengan demikian, pembaca yang ingin membaca bukunya bisa memesan melalui katalog lebih dulu. Atau, Pembaca bisa memesan melalui nomor WhatsApp yang tertera. Selanjutnya, Dia membawakannya ketika bersepeda. Dia juga memiliki e-book di blogspot Perpustakaan Prasojo yaitu perpusprasojo.blogspot.com. Beragam buku digital yang sudah diunggah di akun blogspot-nya bisa diakses dengan bebas dan gratis oleh semua pembaca. “Saya hanya ingin hidup saya bermanfaat bagi orang lain,” paparnya.

 

Aksi nyata dan baik seperti yang dilakukan Yunaz kembali mengingatkan bahwa hal kecil kalau terus dilakukan secara konsisten dapat menular, tekad meningkatkan budaya baca pun dapat berjalan. Semangat dan integritas milik Yunaz mungkin dapat jadi contoh kecil akan makna kehidupan sesungguhnya bahwa mereka yang baik adalah yang dapat bermanfaat bagi sesama, meski hanya membawakan buku untuk dibaca. Dengan gratis pula! (*)

 

Diolah dari berbagai sumber

 


#ayoberubah
#marimembaca
#ayobacabuku