Taufik Novantoro
  • 27
  • 0
  • 0
  • 0

Tokoh Inspiratif

Foto: (sumber: siedoo.com)

 

Etos Kerja Tinggi, Literasi pun Bertumbuh

 

Menciptakan SDM Indonesia yang unggul memang butuh upaya keras dan dilakukan terus menerus. Jarak jadi bukan soal terdepan tetapi bagaimana membudayakan literasi jadi kebiasaan baru yang baik hadir di tengah kehidupan peserta didik. Di samping budaya literasi kita juga yang masih rendah.

 

“Dedikasi saya pada kegiatan ini adalah dedikasiku merupakan pengabdian sebagai pejuang dan pegiat literasi. Di sini saya menjelaskan kegiatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang sudah saya bangun selama 2 tahun di kabupaten Sukamara dan merupakan satu-satunya TBM yang terdaftar di laman Kemdikbud,” ungkap Guru Matematika SMP Negeri 1 Permata Kecubung, Kab Sukamara, Kalimantan Tengah, Taufik Novantoro. “Dari sini saya berusaha memotivasi, untuk mengajak masyarakat, kemudian menginspirasi anak-anak yang ada di sekitar daerah saya untuk mari kita belajar, mari membaca buku, mari belajar menulis dan membuat buku. Nah dari ini maka saya harapkan agar kegiatan literasi, kemudian kegiatan pembelajaran yang ada di kabupaten Sukamara ini bisa menjadi lebih baik.”

 

Taufik juga percaya melalui penguatan TBM yang diberi nama TBM Permata Ilmu itu nanti muaranya pada pembentukan sumber daya manusia unggul. “Saya mencoba berjuang sebagai guru yang paling cocok itu menggunakan TBM. Di sekolah ini yang belajar cuma selama 5-6 jam, sisanya berada di rumah. Kami coba untuk menguatkan anak-anak, masyarakat di TBM yang sudah saya kelola. Dari itu dapat menciptakan bibit-bibit yang unggul, karena orang cerdas, orang pintar, orang unggul itu dapat dicapai dengan membaca buku, dengan berliterasi,” katanya lagi.

 

Taufik merupakan salah satu kandidat guru berdedikasi yang terpilih memaparkan pengalamannya dalam menjalankan tugas mengajarnya. Jika pada tahun sebelumnya kriteria guru berdedikasi yang ditetapkan oleh Tim Penilai dari Kemdikbud adalah guru khusus yang hanya mengajar di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), untuk tahun 2019 lalu, standar guru berdedikasi tidak hanya guru dari daerah 3T saja tetapi bisa juga guru dari daerah lain di Indonesia yang dinilai memiliki kondisi menantang dalam lingkup pengabdiannya.

 

Taufik terpilih sebagai kandidat karena pengalaman mengajarnya yang harus menempuh perjalanan jauh menuju peserta didik. Kandidat guru berdedikasi juga dipilih berdasarkan wilayah tertentu di mana masyarakatnya belum terbuka untuk mengizinkan anak-anak mereka bersekolah dan guru di daerah tersebut berinisiatif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Dalam sesi penilaian, Taufik lalu terpilih sebagai Juara I Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 kategori lomba Guru SMP Berdedikasi.  Selain diganjar penghargaan bergengsi, Taufik dan para guru serta tenaga kependidikan berpretasi juga dihadirkan di gedung DPR RI saat penyampaian pidato kenegaraan presiden jelang peringatan hari Kemerdekaan RI.

 

“Untuk hambatan memang jalan tempat kami itu susah. Dari rumah saya ke SMP saya itu satu kali jalan 17,8 km, pulang-pergi sekitar 35 km. Kemudian dari rumah ke kota kabupaten itu sejauh 96,5 km. Dan ke kota provinsi dari rumah saya sejauh 776 km, jadi ditempuh dalam perjalanan 10-13 jam,” ungkap Taufik. Dalam paparannya, Taufik sendiri percaya bahwa guru berdedikasi dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. “Guru berdedikasi merupakan guru yang mengabdikan diri dan mampu bertahan, tidak mengeluh terhadap kondisi yang ada di daerahnya. Saya berusaha untuk mendedikasikan diri berjuang sebagai guru. Karena guru agen perubahan di masyarakat,” ujarnya saat sesi istirahat tes presentasi seperti dikutip dari pgdikdas.kemdikbud.go.id

 

Taufik Novantoro sesungguhnya tampil tidak hanya karena dedikasinya terhadap profesi guru. Dari sepenggal kisahnya, dapat dinilai betapa etos kerja yang dimilikinya begitu besar. Bukankah dengan punya komitmen kuat, moralitas tinggi, dan penuh keihlasan saja sudah menunjukkan bahwa Dirinya punya ciri-ciri seseorang beretos kerja tinggi? Dari Taufik Novantoro ini pula kita dapat memetik pelajaran bahwa etos kerja mampu memangkas jarak yang begitu jauh, medan yang sulit untuk ditempuh, dan kemudahan akses bahan bacaan yang semula nampak sulit dijangkau serta didapat.

 

Etos kerja sebagaimana pemahaman sejatinya, hendaknya harus makin dikuatkan di setiap diri anak bangsa. Sikap bersama yang akhirnya berujung pada cita-cita bersama pula yaitu menjadikan kehidupan yang tidak hanya individu tetapi juga berbangsa dan bernegara dengan lebih baik lagi.

 

Etos kerja sebagai nilai dasar dari Gerakan Nasional Revolusi Mental sudah semestinya dimulai sedini mungkin, tertanam di alam pikiran, dan jadi tuntunan hidup anak bangsa yang tujuannya tidak lain adalah mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yan besar dengan SDM-nya yang unggul, berbudaya, dan berbudi luhur. Revolusi Mental sendiri juga bertujuan mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku; membangun kesadaran dan optimisme terhadap masa depan; dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara poltik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian kuat.

 

Taufik Novantoro dapat menjadi inspirasi adanya agen perubahan di lingkungannya. Secara tidak langsung, dedikasinya terhadap dunia literasi mencontohkan terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik. Paling tidak, upaya meningkatkan budaya dan minat baca di tanah air, yang diketahui masih sangat rendah, dapat mulai diperbaiki perlahan-lahan. Semoga masih banyak lagi sosok guru beretos kerja tinggi semacam Taufik Novantoro di belahan wilayah lain di Indonesia ini.  (*)

 

Diolah dari berbagai sumber

 


#ayoberubah