Roel Mustafa: Terus Berbagi, Mengabdi kepada Para Janda
  • 11
  • 0
  • 0
  • 0

Tokoh Inspiratif

Foto: (sumber: kroniktotabuan.com)

Cerita dan contoh baik dari Ibunda menginspirasinya dalam membantu sesama khususnya para janda miskin lagi manula. Tidak hanya dibantu, para janda itu juga diberinya pendampingan terutama saat sedang sakit.

"Ibu saya kan kalau dari segi ekonomi kita sama-sama kekurangan, apalagi ibu saya punya anak 9. Tapi dia punya kawan-kawan yang janda, temen ngaji, tetangga di rumah, biasanya setiap ibu saya masak itu selalu dilebihkan, meski dua porsi selalu dilebihkan diberikan ke para janda itu. Nah saya anaknya bagian kurir nganterin, kamu tolong anterin ke ibu ini, ke mbak ini," kata Roel Mustafa, seorang Penggerak dan Inspirator gerakan sosial yang berfokus pada bantuan bagi para janda miskin yang juga Manula (Manusia Lanjut Usia) seperti penuturannya kepada Liputan6.com. Meski mulanya cukup menuruti perintah ibunda tercinta, kegiatan berbagi ini terpaksa berhenti bahkan terancam tidak diteruskan sama sekali seiring berpulangnya Sang Ibu kepada Yang Maha Kuasa.

"Akhirnya Saya tanya sama adik Saya kira-kira masih ada berapa temen ibu di sana, ada sekitar 5 sampai 7. Ya udah, tiap bulan Kamu ingetin Saya, Saya akan santuni dengan bahan makanan, bahan sembako. Nah itu Saya santuni tiap bulan," kata Roel lagi. Sejak itulah, Roel berniat baik meneruskan kebiasaan berbagi almh. Ibunda yang sebelumnya berlangsung dua tahun penuh hingga tahun 2016 lalu. Menurut Roel, contoh baik dari almh. ibunya meski dalam keadaan yang saat itu juga kekurangan, perlu dilestarikan. Sebab, ada rasa bahagia di hatinya saat melihat kebahagiaan dari para janda itu.

Roel memang sudah beristri dan memiliki anak tetapi niat berbaginya kepada para janda tidak surut. Mereka dicari bukan untuk dinikahi, melainkan diberi bantuan. Ketika bertemu janda yang sekiranya perlu dibantu, tanpa ragu Roel akan langsung mengajak ngobrol dan memberikan santunan. Saat menyalurkan santunan itu, Roel mengambil foto untuk kemudian dipublikasikan di akun media sosial miliknya yaitu Facebook di Roel Mustafa.  Lama kelamaan, banyak teman Roel yang justru juga ingin ikut memberikan bantuan kepada para janda. "Akhirnya, ngeliat support sama antusias temen-temen, jadi nambah semangat, akhirnya mulailah mencari, jadi semakin banyak," tuturnya lagi.

Blusukan mencari janda untuk diberi santunan, oleh Roel, nyatanya bersamaan dengan upayanya merintis sekolah relawan yang sudah dimulainya sejak tahun 2013 bersama sahabatnya. Sekolah ini berdiri tepatnya di tanggal 13 Januari 2013 dan diinisiasi oleh Bayu Gawtama (Gaw), seorang yang sudah sangat berpengalaman dan dikenal dalam dunia relawan kemanusiaan. Dibantu oleh Dony Aryanto dan Roel Mustafa Sekolah Relawan akhirnya menjadi sebuah lembaga kemanusiaan yang fokus terhadap edukasi kerelawanan dan pemberdayaan masyarakat.

Roel lalu memasukkan program pemberian bantuan kepada para janda ini ke Sekolah Relawan yang didirikannya. Setelah itu, para janda jadi tidak hanya diberi bantuan tetapi juga pendampingan. "Program pendampingan ketika mereka sakit, mereka kan enggak tau ngurusnya gimana, ngurus BPJS gimana, di Rumah Sakit harus kemana-mana enggak ada yang nganterin, mau ada urusan dengan pemerintah dan lain-lain, mereka enggak ngerti. Itu kita dampingi," kata Roel. Dia bersama Sekolah Relawannya juga terkadang berkumpul dengan para janda untuk sekedar bercerita, sharing, dan mengobrol bahkan sambil melakukan pelayanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, periksa gigi, dan lain-lain.

Bantuan pendampingan itu kemudian diperluas Roel dengan membuat program pemberdayaan bagi para janda tadi. Apabila ada janda memiliki keahlian, selanjutnya akan diberikan modal. Misalnya, ada ibu yang ahli membuat lemper dan rengginang, maka akan diberikan modal, bantu kemas, dan pasarkan. “Ada juga program pemberdayaan. Oh si ibu ini masih punya keahlian bikin lemper, ya udah kita buatin. Oh si ibu ini bikin rengginangnya enak, akhirnya kita kasih modal, kita bikin, kita kemas, kita bantu jualin," paparnya lagi.

Kini, para janda yang dibantu Roel dan Sekolah Relawan tidak hanya di Jabodetabek saja. Mereka tersebar di daerah-daerah lain, seperti Karawang, Purwerejo, Nganjuk, Surabaya, dan Lampung. Hal ini juga lantaran Sekolah Relawan punya jejaring di 27 kota. Untuk janda yang berada di luar kota, Roel menyerahkan pemberian bantuannya kepada para relawan. Roel bahkan menargetkan bahwa upayanya ini mampu menjangkau hingga 1.000 janda. Sampai hari ini, ungkapnya, total janda yang sudah diberikan bantuan mencapai 338 orang.

"Jadi memang target itu (1.000 janda) menjadi sebuah gol yang memang agak sedikit sulit tapi memang kita usahakan. Karena (kriterianya itu janda usia) 60 tahun, kemudian masih layak lah secara kehidupan perlu dibantu kebutuhan sembako. Kedua, (janda) tidak mengemis," jelas Roel.

Roel yang kini bergelar Bapak 1.000 janda itu mengaku kegiatannya ini tidak lain adalah sebagai bentuk pernghormatannya kepada para perempuan. Selain memang harapan besarnya agar orang lain juga tergerak untuk membantu perempuan, apalagi yang tidak mampu. “Ini adalah sebuah penghormatan saya kepada sosok perempuan yang sudah ditinggal suaminya tapi masih bertahan hidup dengan tidak mengemis, masih bertahan hidup mencari kerja, atau melalui kegiatan-kegiatan lain yang bisa menghasilkan uang bagi mereka menjalani hidup," pungkas Roel.

Roel Mustafa melahirkan lagi inspirasi tentang berbagi kepada sesama. Meski khusus menyasar para janda miskin dan Manula, Dia telah membangkitkan kesadaran kaumnya untuk dapat hidup saling menghormati dan menghargai perempuan. Karakter asli dengan nilai asli Bangsa Indonesia yaitu beretos kerja tinggi serta mau bergotong royong dapat dilihat dari kisah seorang Roel Mustafa. Sambil, secara tidak langsung juga memberdayakan para janda itu menciptakan kemandirian ekonomi, seperti semangat Gerakan Indonesia Mandiri.

(*)Diolah dari berbagai sumber