Sedekah Sayuran, Berbagi Gizi Baik

Sedekah Sayuran, Berbagi Gizi Baik

  • 17
  • 0
  • 0
  • 0

0%
Setuju
0%
ayo bantu sesama

Prakti Baik

Foto: (sumber: jarrak.id)

Berbuat baik dapat beragam cerita di baliknya. Ada yang memang untuk mengisi waktu pasca pensiun, ada pula sebagai bentuk berbagi akibat produk yang dibagikan itu sedang murah harganya.

 

Sejak Indonesia dihantam Pandemi Covid-19 awal tahun 2020 ini, solidaritas sosial muncul sebagai gerakan baru di tengah masyarakat kita sebagai wujud empati dan penghayatan nilai ajaran agama terhadap saudara sesama Bangsa Indonesia. Solidaritas model baru dengan semangat gotong royong ini kemudian berwujud aneka macam pemberian, semula berupa bantuan alat kesehatan semisal masker dan cairan pencuci tangan hingga akhirnya menjadi nasi gratis, sembako gratis, dan kini sedekah sayuran. Dengan semangat yang masih sama yaitu berbagi kebaikan kepada mereka yang terkena dampak Pandemi Covid-19, bantuan itu diberikan dengan mengajukan syarat harus mematuhi Protokol Kesehatan seperti memakai masker, rajin cuci tangan, dan juga menjaga jarak minimal satu meter.

 

Dalam unggahan grup Facebook Ubud Community di awal September ini, seorang Pensiunan bernama Suresh Melwani menawarkan hasil kebun sayurnya untuk dapat diambil secara gratis kepada warga Bali. Unggahan yang ditulis dalam Bahasa Inggris itu, Suresh mengatakan siap memberikan hasil kebunnya secara cuma-cuma. Adapun jenis sayuran yang ada di kebunnya antara lain bayam, sereh, kale, pok choy, dan selada. Meski gratis, Suresh menuliskan ada sejumlah aturan bagi warga yang ingin mengambilnya yaitu memakai masker dan membawa tas sendiri. Selain itu, donasi yang diberikan pengunjung ke kebun sayurnya akan diprioritaskan kepada organisasi yang mengurusi panti jompo dan asuhan. “Lokasinya di Banjar Timbul, Pupuan sebelah utara dari Ubud Horse Stables,” tulis Suresh seperti dikutip dari Kumparan.

 

Suresh mengaku bahwa kebun sayur itu adalah miliknya dan mempekerjakan tiga orang untuk membantu mengurus kebun sayur ini dalam lima tahun terakhir ini. “Saya datang ke Bali untuk pensiun. Dalam waktu luang, saya memutuskan untuk mendedikasikan aktivitas yang saya pikir berkebun untuk kebutuhan pangan sendiri sangat menarik,” tuturnya lagi.

 

Meski awalnya hanya coba-coba, kegiatan menanam sayur ini akhirnya jadi sangat menarik bagi Suresh terlebih tanaman sayur itu diusahakannya tidak menggunakan Pestisida sama sekali. “Saya belum tahu kapan donasi ini saya akhiri. Selama berkebun menghasilkan dan orang-orang membutuhkannya, saya tetap berada di sini,” ujarnya.

 

Sedekah sayuran ini juga dilakukan oleh sejumlah petani di lereng Gunung Merbabu, Kab Magelang, Jawa Tengah, akibat harga sayur di pasaran yang sedang anjlok. Bagi-bagi sayuran gratis ini dibantu oleh relawan SAR Grabag bersama Graskom Grabag. Sayuran yang disedekahkan itu antara lain sawi, kubis, jipang dan tomat. Menurut salah satu Petani, Edi Wahono (43 th), warga Ketundan, Pakis, Kab Magelang, harga jual kubis per kilonya saat ini hanya Rp500 dari harga biasanya yang rata-rata sekitar Rp2.000 per kilogramnya. Untuk itu, kubis tidak dipanen dan dibiarkan saja karena kalau dipetik untuk biaya buruh petik saja tidak cukup.

 

“Ya kalau dijual sendiri kan harga juga rendah sekali, tidak bisa mencukupi untuk biaya buruh yang mengambil saja, sudah habis. Kalau sekarang sekilo kubis harganya Rp 500, ya rata-rata Rp 2 ribu per kilo. Yang lainnya misalnya tomat juga Rp 500, biasanya tomat di antara Rp 4 ribu, Rp 5 ribu. Lalu sawi kan kayaknya Rp 250, biasanya di atas Rp 1 ribu. Harga sayur di sini murah semua,” kata Edi seperti dikutip dari detik.com

 

Sedekah sayuran ini, tambah Edi, awalnya diketahui dari status WhatsApp temannya soal sedekah sayuran. Dia kemudian mempersilakan siapapun untuk memetic sayuran di kebunnya meski memang lokasinya jauh. “Saya punya teman, Dik Mangin, lihat status dia. Punya dia sawi disedekahkan. Saya bilang kalau memang mau ‘ngambil jauh di tempat saya daripada dibuat nganggur atau buat pakan sapi,” ungkapnya lagi. Dengan sedekah sayuran ini, Edi mengaku bersyukur karena sayuran yang ditanamnya masih ada yang memanfaatkannya. “Alhamdulillah masih ada yang membutuhkan.”

 

Solidaritas sosial berupa sedekah sayuran ini, baik yang dilakukan oleh Suresh Milwani maupun Petani asal Kab Magelang, juga membantu menjaga kesehatan masyarakat saat menghadapi ancaman Pandemi Covid-19 di samping sebagai wujud upaya ketahanan pangan dan juga Gerakan Indonesia Mandiri. Kecukupan gizi dalam rangka menjaga daya tahan tubuh tentu jadi faktor terpenting banyaknya imbauan untuk tetap menjaga kesehatan masyarakat. Bangsa Indonesia yang gemar berbagi, dalam sedekah sayuran ini tentu semakin menegaskan dirinya bahwa hanya lewat sayuran, kebersamaan dan persatuan Indonesia itu tetap ada. (*)

 

Diolah dari berbagai sumber