Promoter Polri dengan Membumikan Revolusi Mental

Promoter Polri dengan Membumikan Revolusi Mental

  • 30
  • 0
  • 0
  • 0

0%
ayo berubah
0%
reformasi birokrasi

Kabar

Foto: (sumber: mitrapol.com)

 

Promoter Polri dengan Membumikan Revolusi Mental

 

Personel kepolisian diharapkan terus menjadi sosok pelopor perilaku tertib di ruang publik, sambil menjadikan nilai dan semangat revolusi mental sebagai budaya baru dalam bekerja dan bermasyarakat.

 

“Diharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan ini personel Provos dapat memahami bahwa Polri merupakan pelopor tertib di ruang publik serta menjadi contoh kepada Personil dan masyarakat untuk mematuhi segala peraturan baik dari pemerintah dan daerah. Serta dapat mejadikan diri sebagai contoh di masyarakat dalam mencegah penyebaran Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah,” kata Kasi Provos Satbrimob Polda Lampung, Iptu M. Sugeng saat membuka kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Revolusi Mental dan Tertib Di Ruang Publik kepada personel Provos Jajaran Satbrimob Polda Lampung di Aula Mako Satbrimob Polda Lampung, baru-baru ini.

 

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program XI Quick Wins Kegiatan 6 tentang Polisi sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib di ruang Publik. Selaku aparat keamanan Negara, Polri dalam memperbaiki kinerjanya bertekad memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di samping untuk mendukung terciptanya aparat kepolisian yang profesional, modern dan terpercaya.

 

Menurut Komandan Satuan Brimob Polda Lampung, Kombes Pol. Donyar Kusumadji,  secara terpisah menegaskan jika kegiatan ini merupakan wujud nyata membentuk Polri yang promoter yang selalu siap memberikan pelayanan prima kepada Masyarakat. “Kegiatan ini merupakan langkah nyata mewujudkan Polri yang Promoter, semoga dapat menjadi bekal personel dalam melaksanakan tugasnya khususnya seksi Provos yang merupakan salah satu fungsi pengawasan,” tambahnya seperti dikutip dari pesonalampungnews.com

 

Istilah Promoter Polri sendiri sebenarnya berasal dari singkatan yang terdiri atas Pro, Mo, dan Ter. Masing-masing penggalan kata itu memiliki arti, antara lain ‘Pro’ yakni Profesional. Kepolisian RI sebagai aparat keamanan dan negara berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri berkualitas yang lebih berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan serta pelatihan dan melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya; ‘Mo’ berarti Modern dalam rangka modernisasi dalam layanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin mudah dan cepat diakses oleh masyarakat termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus (Alat Material Khusus) dan Alpakam (Alat Peralatan Keamanan) yang semakin modern; dan ‘Ter’ atau Terpercaya yang bermakna melakukan reformasi internal menuju Polri bersih dan bebas KKN guna terwujudnya penegakan hukum objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan.

 

Promoter Polri adalah program prioritas saat kursi nomor satu Kepolisian RI dijabat oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang ketika itu menegaskan bahwa institusi Polri harus menjadi lembaga yang bersih dan profesional. Cita-cita ini tentu sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dari salah satu Gerakan Nasional Revolusi Mental atau yang tepatnya dikenal dengan Gerakan Indonesia Melayani. Promotoer Polri selanjutnya dilakukan dengan cara melakukan pemantapan reformasi internal Polri; peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis Teknologi Informasi; penanganan kelompok radikal prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal; peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan; peningkatan kesejahteraan anggota Polri; tata kelembagaan, pemenuhan proporsionalitas anggaran dan kebutuhan Manajemen Sarana Prasarana; Membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas; penguatan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat); dan penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan dan  Penguatan pengawasan.

 

Program prioritas ini lantas dilanjutkan oleh Kapolri Idham Azis dengan lebih spesifik yaitu mewujudkan SDM Polri yang unggul; pemantapan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat); penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan; pemantapan manajemen media; penguatan sinergi polisional; penataan kelembagaan; dan penguatan pengawasan.

 

Mewujudkan cita-cita yang terdapat dalam Promoter Polri memang tidak mudah, selain gencar melakukan kegiatan sosialisasi di tubuh internal Polri dalam rangka pembinaan mental aparat, Polri juga harus mampu melakukan perubahan imej di tengah masyarakat dengan tetap mengedepankan sisi pengayoman dan pelayanan yang akrab. Telah banyak bermunculannya sosok polisi yang diakui punya peran dan jadi pelopor di lingkungan sekitarnya seperti jadi penyelamat lingkungan, pelopor tanggap bencana, dan sebagainya. Program Promoter Polri pun perlahan mulai menampakkan hasilnya! (*)

 

Diolah dari berbagai sumber