Imunisasi Bayar dengan Sampah

Imunisasi Bayar dengan Sampah

  • 53
  • 0
  • 0
  • 0

0%
mari tebar kebaikan!
0%
ayo saling bantu!

Praktik Baik

Foto: (sumber: youtube.com)

 

Imunisasi Bayar dengan Sampah

 

Punya Bank Sampah sendiri sudah lama diimpikan meskipun caranya “mengumpulkan” sampah dari masyarakat belum optimal betul. Maka, kemudian digagas imunisasi gratis dengan bawa sampah yang dapat didaur ulang. Solusi terbaik juga saat jaminan kesehatan tidak menjangkau yang berhak menerima.

 

Dengan membawa barang bekas seperti kardus dan botol yang tidak terpakai sambil mengendong anak balitanya, para ibu rela antre di Puskesmas Kendal Dua di Kelurahan Karangsari, Kab Kendal, Jawa Tengah. Di puskesmas ini, warga yang hendak mengimunisasi anaknya tidak perlu khawatir soal biaya. Pasalnya, Puskesmas memberikan pelayanan imunisasi gratis terutama bagi warga miskin. Cukup dengan membawa sampah plastik atau kertas yang tidak terpakai, semuanya lalu digunakan sebagai biaya pengganti tindakan imunisasi. “Warga menyambut senang dengan program ini karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya imunisasi,” kata Imronah, warga Karangsari.

 

Setelah sampah terkumpul, setiap dua pekan setiap bulannya di hari Jumat akan ada pegawai bank sampah yang datang menjemput lalu membawanya untuk ditabung di Bank Sampah Resik Becik RSS Kendal. Gerakan peduli sampah ini diketahui merupakan salah satu dari lima pilar program sanitasi berbasis masyarakat yang gencar digalakkan oleh Pemkot Kendal, antara lain bebas ODF (Open Defecation Free atau Buang Air Sembarangan—red); cuci tangan pakai sabun; tercukupi air bersih; pengelolaan sampah; dan drainase lingkungan yang bersih. Menabung sampah sendiri merupakan bagian dari pengelolaan sampah.

 

Menurut warga, program bayar imunisasi dengan sampah ini begitu membantu mereka. Hilang khawatir soal biaya, anak pun sehat. Menurut Kepala Puskesmas Dua Kendal, Sri Sahadatin, program imunisasi bayar sampah sudah hampir enam bulan dilaksanakan. Dengan adanya program ini, diharapkan warga ikut peduli terhadap lingkungan dari sampah yang tidak terpakai, di mana jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.

 

Pihak puskesmas sendiri, ungkap Sri, tidak mewajibkan warga yang hendak mengimunisasi anaknya membayar dengan sampah. Bagi warga yang tidak memiliki sampah, dapat membayar biaya pengganti pelayanan imuniasi sebesar Rp15 ribu.

 

“Berawal dari kebiasaan pegawai Puskesmas yang ingin mendukung prgram bank sampah, coba diberlakukan kepada warga. Harapannya warga ikut peduli dengan sampah yang semakin banyak dan bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berguna dari mengumpulkan sampah,” jelas Sri seperti dikutip dari Ayosemarang.com. Ditambahkannya lagi, upaya terobosan ini diambil untuk menyadarkan warga bahwa sampah memiliki nilai jual jika dapat mengelolanya.

 

“Program ini hasil penjabaran program Mari Menabung Sampah (Marimas) yang sudah ada sejak Oktober 2018,” kata Sri lagi. Sri juga berharap upaya ini dapat membentuk dan membiasakan masyarakat Kendal khususnya warga Kecamatan Kendal Kota untuk tetap berperilaku hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Program ini bisa membiasakan warga memanfaatkan sampah anorganik menjadi suatu hal yang bernilai tanpa harus membuangnya,” ungkapnya seperti dilaporkan radarpekalongan.co.id

 

Sri kembali menegaskan bahwa bagi warga Kecamatan Kendal yang akan melakukan imunisasi gratis bagi anaknya bisa datang ke Puskesmas Kendal II dengan membawa botol plastik dan kardus setiap tanggal 5, 15, dan 25 setiap bulannya. “Tiga hari, Puskesmas dapat menyediakan 120-an suntikan imunisasi bagi anak-anak,” terangnya.

 

Adapun untuk menambah kebermanfaatan program ini diharapkan ke depan dapat meluas dengan memberikan pelayanan gratis pada program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). Kini hasil rekap program yang dilakukan setiap tiga bulannya, pihak Puskesmas sudah mempunyai tabungan Rp709 ribu dari hasil imunisasi gratis. Selain itu, saldo para nasabah pun sudah menunjukkan angka hingga ratusan ribu. Dari saldo yang ada, masyarakat bisa menariknya dalam jumlah nominal uang jika diperlukan.

 

Imunisasi gratis dengan bayaran sampah ini menambah daftar kegiatan atau aksi nyata dari Gerakan Indonesia Bersih yang dicita-citakan Gerakan Nasonal Revolusi Mental. Semangat menumbuhkan gaya hidup bersih dan sehat serta tidak membuang sampah sembarangan begitu nyata dilakukan. Mulai dari lingkungan kecil, menggugah kesadaran masyarakat, dan dapat dirasakan manfaatnya yang besar, sudah barang tentu jumlah sampah akan berkurang, dampak bahaya bagi lingkungan pun dapat terus berkurang. Apalagi, bayaran sampah ini menyasar program kesehatan anak. Jadi, selain baik untuk lingkungan, imunisasi yang baik bagi anak-anak pun akan terus berjalan. Siapa pun anak itu, meski dari kalangan tidak mampu dan tidak terjangkau jaminan kesehatan. (*)

 

Diolah dari berbagai sumber