Belajar dari Covid-19

Belajar dari Covid-19

  • 93
  • 0
  • 0
  • 0

0%
Setuju, Covid-19 memberikan banyak pelajaran
0%
Tidak sama sekali. Covid-19 hanya menyengsarakan

Hai Sobat Revmen! Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020 mengumumkan kasus pertama Novel Coronavirus atau Covid-19 di Indonesia. Sejak saat itu, satu persatu korban berjatuhan yang membuat tenaga kesehatan menjadi sibuk bukan kepalang. Berbagai upaya dilakukan guna membendung penyebaran virus mematikan ini, salah satunya dengan menjaga jarak antar individu dalam berinteraksi (Physical Distancing). Hal tersebut berimbas pada sektor perekonomian, terutama bagi pekerja yang menerima upah harian. Corona bukan hanya virus mematikan, namun memiliki efek domino yang juga mengerikan. Akan tetapi, covid-19 juga memberikan pelajaran bagi kita semua Sobat Revmen. Apa saja yang covid-19 “ajarkan” pada kita? Ada 5M yang “diajarkan” oleh covid-19.

1.     Menstimulus kesadaran masing-masing individu mengenai pentingnya Budaya Hidup Bersih dan Sehat

Selama ini, mencuci tangan mungkin hanya dilakukan ketika akan makan saja. Selain itu, olahraga rutin belum menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Budaya hidup bersih dan sehat yang sebenarnya mudah, seringkali diabaikan oleh sebagian orang. Namun, dengan mewabahnya pandemi covid-19, masing-masing individu mulai sadar bahwa budaya hidup bersih dan sehat dapat menghindarkan diri sendiri dan orang lain dari penyakit. Mencuci tangan dengan baik dan benar menggunakan sabun serta air yang mengalir, dan menggunakan handsanitizer akan menjadi kebiasaan, bahkan budaya dalam aktivitas sehari-hari pasca mewabahnya virus corona ini. Di samping itu, olahraga yang semula jarang dilakukan dan hanya dilakukan di tempat terbuka (outdoor), kini mulai dilakukan di tempat tertutup (indoor). Fleksibilitas dalam berolahraga memicu meningkatnya kesadaran untuk melakukan aktivitas fisik yang teratur dalam rangka mencegah tubuh tertular penyakit.

2.     Meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan kewaspadaan.

Secara sadar atau tidak, covid-19 “memaksa” kita untuk disiplin dalam mengatur waktu, baik untuk belajar, beribadah, dan bekerja. Selain itu, adanya kebijakan belajar, beribadah, dan bekerja dari rumah membuat kita semua mulai dari anak usia sekolah hingga orang dewasa belajar untuk tetap konsisten bertanggung jawab pada setiap aktivitas yang dilakukan seperti sebelum covid-19 mewabah. Di samping kedua hal tersebut, covid-19 membuat kita menjadi waspada akan hal-hal yang mengancam diri kita maupun orang lain dengan senantiasa memonitor keadaan diri sendiri, keadaan di sekitar dan informasi yang beredar. 

3.     Mendorong kesadaran sosial mengenai pentingnya saling membantu sesama manusia

Pasca diterapkannya kebijakan social distancing dan physical distancing, banyak pekerja yang terkena imbasnya terutama dalam penurunan penghasilan. Selain itu, tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi covid-19 mengalami kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) saat menangani pasien. Menanggapi hal tersebut, berbagai kelompok mulai dari Pemerintah, BUMN, Swasta maupun perorangan berusaha untuk saling membantu meringankan beban yang tengah dirasakan, mulai dari membelikan makanan untuk pengemudi ojek online dan tenaga kesehatan, hingga bersatu menyediakan APD bagi tenaga kesehatan. Covid-19 seakan mengarahkan kita untuk saling mengingatkan dan berbagi hal positif. Sekali lagi, covid-19 mendorong kita semua untuk sadar bahwa sebenarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

4.     Memicu produktivitas kerja tanpa terikat ruang dan waktu

Penyebaran covid-19 yang begitu cepat membuat Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk Bekerja dari Rumah (Work from Home). Selama ini, Bekerja dari Rumah dengan memanfaatkan teknologi bukan merupakan suatu kebiasaan. Namun setelah pandemi ini melanda di berbagai wilayah, Bekerja dari Rumah mulai menjadi kebiasaan. Produktivitas yang semula hanya akan terjadi apabila bekerja di kantor, mulai bergeser dengan adanya kebijakan ini. Proses percepatan alih teknologi yang selama ini menjadi salah satu indikator dalam Revolusi Industri 4.0 seakan menemukan titik temu melalui fleksibilitas dalam bekerja dari rumah yang memanfaatkan teknologi.

5.     Menyiapkan masyarakat untuk mampu menyikapi perubahan dalam waktu yang cepat.

Covid-19 bukan hanya virus mematikan, namun menimbulkan efek domino akibat wabah yang ditimbulkan. Kedatangannya yang tidak diduga dan tidak kasat mata serta mewabah dalam waktu yang sangat cepat membuat kita harus selalu melakukan adaptasi terhadap perubahan. Dalam keadaan yang normal, kita dituntut untuk selalu merencanakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang berikut dengan upaya-upaya mitigasi apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sekali lagi, covid-19 sebenarnya memberikan sinyal bagi masyarakat untuk selalu merencanakan berbagai kemungkinan dan mampu beradaptasi dalam berbagai tantangan. Perencanaan yang matang dan kemampuan adaptasi yang baik akan mengurangi kemungkinan kepanikan yang timbul pada masyarakat akibat perubahan.

Jika diibaratkan seperti halnya krisis, covid-19 bukan hanya membawa kemunduran, namun memberikan pelajaran mengenai peluang dan kesempatan dalam perspektif yang berbeda. Pada dasarnya, segala hal yang terjadi bukan hanya membawa dampak negatif pada satu sisi, melainkan menyimpan dampak positif pada sisi yang lain. Untuk itu, dalam menyikapi suatu kondisi hendaknya berdiri pada titik tengah yang netral agar senantiasa dapat mengambil sisi positif, terutama bagi generasi muda sebagai agen perubahan.  

Masyarakat kita tidak sekali dua kali dalam mengalami krisis dan terbukti mampu untuk keluar dari situasi yang tidak menguntungkan tersebut. Kepedulian, kerelawanan, dan ide-ide kreatif dari anak muda bermunculan untuk mengatasi persoalan. Mari kita maknai semangat gotong royong tidak hanya dengan bekerja bakti, tetapi bangkit Bersama dan memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Terus jaga semangat gotong-royong yang menjadi karakteristik Bangsa Indonesia untuk membangun negeri tercinta ini.

Mari wujudkan #IndonesiaBersatuMelawanCorona!

Penulis: Usman Manor

            Lulusan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia (2015) dan Magister Manajemen Universitas Indonesia (2017) yang kini menjadi Analis Sejarah.