Bela Negara di tengah Wabah Covid-19

Bela Negara di tengah Wabah Covid-19

  • 31
  • 0
  • 0
  • 0

0%
setuju siap bela negara
0%
males min

Kabar

Foto: (sumber:  yuksinau.id)


Bertahan di rumah, menaati imbauan PSBB saat ini jadi begitu penting agar tidak semakin besar kasus penyebaran Wabah Covid-19. Upaya pencegahan yang sejatinya dapat bermakna bela negara yang tengah dihantam krisis, utamanya untuk kalangan generasi muda.

 

Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono beberapa waktu lalu meminta masyarakat disiplin menjalankan social distancing agar wabah Covid-19 dapat ditekan penyebarannya di Indonesia. Menurutnya, imbauan social distancing ini harus dijalankan dengan disiplin selama masa status darurat bencana agar Indonesia bisa menang melawan Covid-19. “Jadi, sekarang bertahan di rumah itu Bela Negara,” kata Wamenhan lagi. “Manfaatkan waktu di rumah untuk hal-hal produktif dalam bekerja serta berkualitas dengan keluarga. “

 

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) adalah salah satu inisiator dari pemberlakuan sistem kerja dari rumah Work From Home/WFH) untuk sebagian karyawannya dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. WFH sebagai keputusan yang sifatnya mendesak dapat dikaitkan dengan ketentuan Pasal 86 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) yang menyebutkan bahwa setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Munculnya WFH juga dilatarbelakangi oleh Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia sendiri telah menetapkan pada poin kedua bahwa status keadaan tertentu darurat terkait wabah corona diperpanjang selama 91 hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.

 

Pemberlakuan WFH bagi para pekerja di sektor swasta dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran (SE) para kepala daerah masing-masing atau sesuai dengan wilayah operasional perusahaan. Misalnya, untuk perusahaan yang berada di wilayah DKI Jakarta. Aturan WFH terbit sesuai SE Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta No. 14/SE/2020 Tahun 2020 tentang Himbauan Bekerja di Rumah (Work From Home) (SE 14/2020) yang menindaklanjuti Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19). Sementara bagi Aparat Sipil Negara, WFH diberlakukan sesuai SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah (SE 19/2020).

 

Terbitnya SE 19/2020 ini dilatarbelakangi peningkatan penyebaran COVID-19 di Indonesia serta memperhatikan pernyataan resmi World Health Organization (WHO) yang menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global, pernyataan Presiden Republik Indonesia tentang penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional (bencana non-alam), dan arahannya terkait penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (“ASN”)

 

Jika diingat kembali, aksi bela negara sesungguhnya adalah tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh, dan terpadu serta dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup Bangsa dan Negara. Bela negara tidak dapat dilepaskan dari kebangsaaan atau nasionalisme yang lahir dari kesadaran kolektif bangsa; kesadaran kolektif sebagai bangsa terpilih/kebanggaan dan kesadaran kolektif akan kenangan yang sama tentang kejayaan masa lalu, termasuk kondisi terkait pandemi Covid 19 ini.

 

Dasar hukum tentang bela negara terdapat dalam pertama, Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Kedua, Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

 

Tujuan bela negara, di antaranya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara; melestarikan budaya; menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945; Berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara ; Menjaga identitas dan integritas bangsa/ negara. Adapun fungsi bela negara, yaitu mempertahankan negara dari berbagai ancaman; Menjaga keutuhan wilayah negara; Merupakan kewajiban setiap warga negara; Merupakan panggilan sejarah.

 

Bela negara membutuhkan kecintaan terhadap Tanah Air; Kesadaran Berbangsa dan Bernegara; Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara; rela berkorban untuk bangsa dan negara; memiliki kemampuan awal bela negara. Contoh-contoh bela negara : Melestarikan budaya; Belajar dengan rajin bagi para pelajar; Taat akan hukum dan aturan-aturan negara; Mencintai produk-produk dalam negeri; dan lain-lain.

 

Beberapa manfaat yang didapatkan dari bela negara adalah membentuk sikap disiplin waktu, aktivitas, dan pengaturan kegiatan lain; Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan seperjuangan; Membentuk mental dan fisik yang tangguh; Menanamkan rasa kecintaan pada Bangsa dan Patriotisme sesuai dengan kemampuan diri; Melatih jiwa leadership dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok; Membentuk Iman dan Taqwa pada Agama yang dianut oleh individu; Berbakti pada orang tua, bangsa, agama; melatih kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan; Menghilangkan sikap negatif seperti malas, apatis, boros, egois, tidak disiplin; dan membentuk perilaku jujur, tegas, adil, tepat, dan kepedulian antar sesama.

 

Aksi heroik mahasiwa yang sedang kuliah di bidang kesehatan untuk menjadi relawan dalam upaya penanganan Wabah Covid-19 dapat jadi contoh aksi bela negara saat ini. Kalangan generasi muda yang dengan kesadaran penuh merasa terpanggil menjadi relawan kesehatan itu, selain diapresiasi tinggi oleh kampus dan Kemendikbud juga patut ditiru pula oleh generasi muda lainnya.

 

Kemudian, apa yang juga dilakukan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) misalnya, melalui gerakan Gereja Melawan Covid-19 (GMC 19) bergerak dalam perjuangan penanggulangan Covid-19 yang mewabah di Indonesia. Gerakan ini merupakan manifestasi dari iman dan panggilan gereja untuk membela serta merawat kehidupan dengan menyasar generasi muda.

 

Dalam keterangan resminya, GMC 19 adalah langkah awal melakukan pelatihan kepada para relawan muda lintas iman agar dalam terlibat dalam penanggulangan Covid-19. Pelatihan ini melibatkan tenaga ahli dari RS PGI Cikini dan Dompet Dhuafa. Materi utama pelatihan terkait dengan disinfektan. “Animo generasi muda tercatat cukup tinggi sehingga pelatihan dilakukan dalam dua gelombang, yakni pada 18 Maret 2020 dan 20 Maret 2020. Kini tercatat 57 anak muda lintas iman bergabung menjadi relawan GMC19,” kata PGI.

 

Sebagai suatu konsep, bela negara disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi sebuah negara. Maka, setiap warga negaranya memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara ini sebagai wujud kecintaannya terhadap tanah air yang sudah memberikannya kehidupan, mulai dari lahir, tumbuh dewasa hingga dalam upayanya mencari penghidupan.

 

Secara fisik, bela negara dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan bangsa.

 

Bela negara oleh seorang warga dapat dilakukan baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik di antaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Adapun pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme. Nasionalisme adalah rangkaian kecintaan dan kesadaran dalam proses berkehidupan dalam negara dan bangsa, serta upaya untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Selain itu, bela negara juga dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.

 

Bela negara di tengah hantaman Wabah Covid-19 ini seperti yang dilakukan oleh GMC 19 terlebih dengan menyasar Kaum Muda bangsa pada dasarnya adalah upaya meneguhkan dan membangun lagi kesadaran mereka akan makna bela negara sebenarnya. Generasi muda lintas iman itu sebelumnya diedukasi terlebih dulu tentang disinfektan baru kemudian bergerak melakukan aksi kampanye publik melalui aksi berbagi cairan pembersih tangan, makser, dan sebagainya. 

 

Generasi muda lantas ditagih bukti dan bakti mereka terhadap bangsa dan negara dengan penuh kesadaran mengorbankan waktu dan tenaganya bagi negara yang sedang dilanda Wabah Covid-19. Meski belum pasti kapan berakhir, mental dan karakter generasi muda juga ditempa menjadi pribadi yang tidak hanya paham tetapi juga tangguh menghadapi situasi darurat ini.  Paham dan tangguh disertai semangat gotong royong sebagai jatidiri bangsa, secara tidak langsung juga tengah dipertunjukkan oleh Mahasiswa dan kaum muda GMC 19 dalam menjalankan Gerakan Nasional Revolusi Mental. Kaum Muda yang kemudian tampil menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan menebar wawasan dan pengetahuannya dalam menghadapi ancaman Wabah Covid-19. (*)