Wisata Toleransi Pada AYIC 2017
  • 286
  • 0
  • 1
  • 0

Ada banyak cara mengajarkan pentingnya menghormati dan menghargai perbedaan agama. Salah satunya adalah dengan mengunjungi tempat ibadah dari setiap agama sebagaimana yang dilakukan oleh para peserta “ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017” setelah melakukan serangkaian kegiatan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Jawa Timur, pada 28 – 29 Oktober 2017.

AYIC 2017 terselenggara atas kerja sama Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri, Unipdu dan Pemerintah Kabupaten Jombang. Para peserta dari 21 negara anggota ASEAN dan mitra ASEAN diajak berkeliling ke berbagai tempat ibadah yang ada di Jawa Timur seperti Patung Budha Tidur Mojokerto, Gereja Kristen Jawa Timur, dan Pagoda Hong San Kiong.

Berbagai tempat ibadah tersebut menunjukkan keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama yang ada di Indonesia. Toleransi antar umat beragama tidak hanya dapat kita lihat di Jawa Timur, banyak daerah lain yang mempunyai tempat ibadah saling berdampingan, seperti Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta, maupun Kompleks Puja Mandala di kawasan Nusa Dua Bali.

Akhir-akhir ini sering terjadi konflik perbedaan di berbagai belahan dunia mengatasnamakan agama, suku dan ras. Oleh karena itu, sikap toleransi perlu ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada para pemuda sebagai generasi penerus dan agen perubahan. Itulah yang coba disampaikan pada kegiatan AYIC 2017.

Kegiatan selama tiga hari tersebut (28 – 30 Oktober 2017) mengangkat tema “Tolerance in Diversity for ASEAN and World Harmony". Diharapkan para peserta AYIC 2017 dapat menjadi agen perdamaian dan menebarkan nilai-nilai toleransi di lingkungan mereka sekembalinya dari Jombang. Keharmonisan dan perdamaian merupakan modal utama bagi kawasan untuk menuju kesejahteraan, sebagaimana yang dicita-citakan dalam visi Masyarakat ASEAN 2025. (Sumber: Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN) []