Warga Merauke Kian Semangat Menjaga Kebersihan, Salut!
  • 282
  • 0
  • 0
  • 0

Memasuki titik kedua dari Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS), hari ini kegiatan inisiasi yang merupakan hasil kerja koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian  Kementerian  Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kemenko Maritim, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke menggelar GBBS di Kabupaten Merauke.Gerakan kebersihan dan senyum diharapkan menjadi budaya baru di Marauke.


Kegiatan yang berpusat di Aula Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua, ini dibuka oleh Sekda Merauke, Daniel Pauta, yang mewakili Bupati Merauke. Acara pembukaan GBBS ini dihadiri pula oleh Anggota DPRD Kab Merauke, jajaran SKPD se-Kab Merauke, Perwakilan Rektorat Universitas Negeri Musamus Merauke, para kepala distrik, para siswa sekolah se-Kab Merauke, para guru sekolah, anggota komunitas dan relawan serta media massa.


Kemenko PMK, melalui Asisten Deputi Warisan Budaya, Pamuji Lestari, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa GBBS ini mengambil bagian dari rangkaian kegiatan Ekspedisi NKRI 2017 dan Ekspedisi Bhakti PMK 2017. Merauke dipilih dari 560 kabupaten yang ada di Indonesia. Suatu hal yang membanggakan tentunya mengingat Merauke sebagai wilayah paling timur Indonesia telah terpilih sebagai pusat kegiatan GBBS ini.

"Kami percaya masyarakat Merauke punya keramahan khas dan kebaikan hati kepada para pendatang. Saya mengajak adik-adik sekolah yang hadir hari ini dan mayarakat Merauke pada umumya untuk terus menjaga kebersihan dan selalu tersenyum. Kami titipkan Merauke agar dampak dari kegiatan ini terus berlanjut,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (27/10).

Senada dengan Pamuji, Sekda Kab Merauke mengungkapkan Kabupaten Merauke memang telah lama bertekad untuk memiliki wilayah yang bersih dan hijau. “Karena kami tahu, sudah semakin banyak orang yang mau datang ke Merauke. Kami memang tidak punya gunung tapi kami punya sungai dan daratan yang luas. Indah untuk dilihat," katanya.

Dengan GBBS ini Daniel bertekad untuk terus menjaga kebersihan dan keramahan masyarakat kepada para pendatang serta tetap menjaga NKRI. Dia juga menambahkan, upaya meneruskan budaya bersih harus terus didengungkan mengingat kebersihan itu perlu pembiasaan yang dapat dimulai dari keluarga.

“Masyarakat kami memang masih belum sadar benar apa itu manfaat dari menjaga kebersihan dan kesehatan. Maka, mari kita jaga kebersihan, mulai dari diri kita, keluarga, sekolah bahkan tempat kerja kita!" ujarnya.

Sebelum acara puncak hari ini, Tim GBBS Kemenko PMK melakukan berbagai persiapan yang dipusatkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke selaku Panitia Daerah. Sementara pada acara puncak yang digelar mulai, Rabu (25/10) pagi waktu setempat, kegiatan dimulai dari aksi bersih lingkungan sepanjang dua kilometer di sepanjang jalan dari lokasi acara.

Kegiatan lalu berlanjut dengan pembukaan, pentas seni, aksi tanam pohon, penyerahan atribut GBBS secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Merauke. Acara juga diisi dengan sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental oleh Kemenko PMK dan Gerakan Save Our Seas oleh Kemenko Maritim.


Dalam acara sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan partisipasi dalam mewujudkan GBBS dengan narasumber Asdep Warisan Budaya Kemenko PMK Pamuji Lestari terkait Gerakan Nasional Revolusi Mental, Asdep Jejaring Innovasi Meritim Kemenko Maritim TB Rismunandar tentang Bersih Pantai dan Kementerian LHK Mahendro Sulisyo tentang Pengelolaan Sampah dan Biopora dengan Moderator Dohardo Pakpahan selaku Kabid Sejarah dan Warisan Dunia Kemenko PMK.


Acara lainnya juga diisi oleh lomba yel-yel dan kuis yang berhadiah cendera mata khas Revolusi Mental. Tampil sebagai juara lomba yel-yel SMP Negeri Buti (Juara I),SMA KPG (Juara II), dan SD YPPK Biankuk (Juara III). Dalam acara ini juga diberikan bantuan Kontainer Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan bantuan 1.000 pasang seragam sekolah dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran kepada sekolah-sekolah yang tergolong tidak mampu. Acara selanjutnya akan ditutup pada Rabu malam dan masyarakat Merauke juga diajak nonton bareng film berjudul  Sekolah Rimba dan Garuda 19. [Is]