Wanita Indonesia, Cegahlah Kanker Sejak Dini
  • 361
  • 0
  • 0
  • 0

Sidoarjo – Sebagai upaya nasional dan internasional menekan jumlah korban akibat kanker, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) - Kabinet Kerja menggelar agenda aksi peduli terhadap tenaga kerja wanita Indonesia.

Agenda tersebut digelar melalui upaya penyadaran bagi masyarakat pekerja wanita dengan deteksi dini gejala kanker leher rahim menggunakan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

Agenda aksi peduli ini dilakukan oleh Iriana Joko Widodo dan Mufidah Jusuf Kalla dan para ibu anggota OASE serta pejabat Tinggi Madya di daerah Jawa Timur dan sekitarnya.

Ini sejalan dengan revolusi mental. Sebab kegiatan ini juga bertujuan untuk mengubah pola pikir dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif, dan berkarakter.

Munculnya peran tenaga kerja wanita menjadi sangat penting, yang tidak hanya ikut mendukung keluarga dalam mencari penghasilan, tetapi juga menjadi komponen penting dalam peningkatan produktivitas nasional. Keterlibatan kaum perempuan dalam ekonomi keluarga juga sudah memasuki sektor-sektor informal, dimana perannya dalam mendorong tumbuhnya ekonomi nasional tidak terelakkan lagi.

Terkait dalam upaya di atas, maka berbagai hal yang berpotensi menimbulkan menurunnya produktivitas pada kaum perempuan harus dideteksi sedini mungkin, pemeriksaan IVA salah satu bentuk upayanya.

Selain dari upaya deteksi dini adanya kanker serviks, penyadaran pola hidup sehat baik di rumah maupun di tempat kerja juga harus digalakkan. Peran tenaga kerja wanita menjadi penting tidak hanya sebagai pengasuh keluarga, tetapi juga tenaga kerja.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kanker leher rahim melalui deteksi dini dengan pemeriksaan IVA. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan kanker leher rahim sejak dini, serta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat baik di rumah maupun di tempat kerja. Upaya-upaya ini dilakukan tidak hanya sebagai upaya promotif saja, tetapi juga bentuk upaya preventif untuk mencapai produktivitas kerja yang setinggi-tingginya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pelopor di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Dan diharapkan pula dapat terus berlangsung sebagai bentuk upaya pemerintah untuk penurunan jumlah kanker serviks di Indonesia, serta sebagai upaya pencapaian produktivitas kerja dan peningkatan daya saing pada pekerja perempuan di Indonesia.

Kegiatan dimulai tanggal 27 Oktober 2016 hingga selesai dan akan diperiksa sejumlah 1.250 orang tenaga kerja wanita oleh Tim Dokter dari Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kemnaker.