Urban Care: Peduli Pendidikan Kaum Marginal
  • 260
  • 0
  • 0
  • 0

Pendidikan adalah kunci peningkatan sumber daya manusia. Itulah prinsip yang dipegang komunitas Urban Care. Melalui rangkaian kegiatan, komunitas yang dimotori puluhan anak muda tersebut ingin mengangkat citra kaum papah melalui bidang pendidikan.

Berdiri pada 2012, Urban Care melakukan kegiatan Ayo Belajar seminggu sekali. Salah satunya dilakukan di Kampung Baru Setren Kali Jagir yang biasa dimulai sejak pukul 14.00 hingga 16.00. Ide awal Ayo Belajar berawal dari keprihatinan. Banyak anak di kawasan Kampung Setren Kali Jagir yang belum mendapatkan pendidikan memadai. Kondisi tersebut diperparah etos belajar yang rendah karena pengaruh lingkungan.

Terimpit masalah ekonomi, banyak orang tua di Kampung Baru Setren Kali Jagir yang berpikir pragmatis. Mereka lebih mendukung putra-putrinya untuk segera bekerja jika dibandingkan dengan mengajak anak pergi ke sekolah.

”Orang tua ingin anak-anak segera bisa membantu ekonomi keluarga. Maklum, mayoritas bekerja sebagai pemulung dan pengamen,” ungkap Ketua Urban Care, Azrohal Hasan sebagaimana dikutip Jawapos.com.

Kondisi itu membuat banyak orang tua kurang antusias menyambut program Ayo Belajar saat kali pertama di-launching. Mereka umumnya tak acuh dan sering salah paham dengan relawan Urban Care. Orang tua terkadang kurang sepakat dengan metode yang diberikan Urban Care.

“Ada orang tua yang ngotot dan menganggap belajar itu ya pelajaran sekolah saja. Tidak ada acara gambar, membuat kerajinan, atau kegiatan bermain seperti outbound. Padahal, materi non-akademis tersebut menjadi salah satu program penting dalam Urban Care,” tutur Azrohal.

Selain pendidikan akademis seperti di sekolah, Urban Care juga memberikan pendidikan berkarakter. Misalnya, pendidikan perilaku dan nilai-nilai keagamaan. ”Agar pembelajaran terkonsep, kami membuat kurikulum dan silabus sendiri. Alhamdulillah anak-anak setempat kini sudah mulai banyak yang ikut serta Ayo Belajar. Dari yang hanya 20, kini sudah mencapai lebih dari 40 anak,” terang alumnus Ilmu Sejarah Universitas Airlangga itu.

Kesuksesan Ayo Belajar, membuat Urban Care mengembangkan program lain untuk warga Kampung Baru Setren Kali Jagir. Pertengahan 2015 kemarin, program Ayo Mengaji dan Ayo Berbudaya pun diluncurkan.

Ayo Mengaji diikuti para orang tua anak Kampung Baru Setren Kali Jagir. Sementara itu, Ayo Berbudaya diikuti anak-anak yang sebagian juga peserta program Ayo belajar. Berkat integritas dan etos kerjanya dalam membentuk Indonesia Mandiri, Urban Care sempat meraih juara I dalam ajang Pemuda Pelopor Kategori Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jatim.

Tahun ini Urban Care memperluas gerakan itu di beberapa wilayah di Surabaya. Di antaranya, Putat Gang Makam, Labansari, Kalibokor, dan pesisir Kenjeran. Ke depan, Azrohal berharap Urban Care dapat membuka cabang di beberapa kota di Indonesia agar permasalahan kaum marginal kota bisa terselesaikan dan mereka diberdayakan.

”Semoga gerakan ini tambah luas. Dan dapat membantu permasalahan masyarakat marginal kota,” terangnya.


(sumber: https://www.jawapos.com/)