Software Karya Dosen ITS Mampu Merencanakan Kota Masa Datang
  • 338
  • 0
  • 0
  • 0

Perencanaan tata kota sangat vital dapat dampak dalam pengembangan kota, baik secara fisik dan nonfisik. Saat ini banyak perencanaan kota masih menggunakan cara konvensional, yaitu dengan analisa oleh para ahli perencana lewat metode trend oriented, metode perencanaan dengan memperhatikan masa kini serta prediksi rencana masa mendatang.

Dosen departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Nursakti Adhi Pratomoatmojo ST MSc berhasil membuat software yang mampu merencanakan kota dengan menggunakan metode trend oriented dan target oriented yang diberi nama LanduseSim. Software tersebut mampu melakukan perencanaan kota melalui simulasi spasial. Tak hanya mampu menampilkan visualisasi, software ini juga mampu menggunakan metode ilmiah yang kuat karena menggunakan variable-variabel untuk perubahan lahan.

"Keunggulan lain mampu merencanakan kota dengan menggunakan target oriented. Di mana dengan metode target oriented ini berarti perencanaan kota bisa dilakukan dengan memperhatikan sasaran yang akan dicapai di masa mendatang," ungkap Nursakti.

Ia menjelaskan, dalam merencanakan suatu kawasan kota, lewat software ini sudah dapat diprediksi berapa target permukiman yang akan ada di masa mendatang dan fasilitas penunjang apa saja yang perlu disiapkan.

"Software ini mudah digunakan, fiturnya juga mampu memprediksi perubahan lahan yang sebelumnya masih kosong. Meskipun begitu software ini harus dioperasikan oleh pengguna yang paham betul mengenai komputasi dan sistem informasi geografis. Sejauh ini, penggunaannya banyak dimanfaatkan oleh dosen, para mahasiswa yang sedang disertasi dan konsultan," ujarnya.

Sakti menambahkan bahwa saat ini sudah ada 10 negara yang sudah menggunakan software LanduseSim sejak tahun pembuatannya, 2014. Negara-negera tersebut yaitu Pakistan, Jepang, Irlandia, Argentina, Jerman, Mexico, Thailand, Mesir, Belanda, dan Indonesia sendiri.

Sebelumnya, software ini juga telah berhasil meraih juara pertama kompetisi inovasi produk yang dihelat oleh Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS dan mendapat dana program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPBT) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. "Software ini sudah dilirik menjadi software yang bisa dikomersialkan dan menjadi perusahaan teknologi nantinya," tandas Sakti. [An]


Sumber : beritajatim.com