Siswa SD Mendapatkan 10 Medali dari Lomba Robot
  • 332
  • 0
  • 0
  • 0

Surabaya - Tim Robotika SD Muhammadiyah 4 Surabaya berprestasi di kompetisi Wonderful Indonesian Robotic Competition (WIRC) di Bandung. Berkat etos kerja yang tinggi di umur yang masih dini ini,  tim ini membawa pulang kebanggaan 3 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.


"Pelaksanaan lombanya selama 3 hari, dari tanggal 13-15 Oktober 2017. Pada hari pertama lomba maze solving (robot dg program mengikuti garis)," ujar penanggung jawab robotika SD Muhammadiyah 4 Endik Styawan kepada wartawan (23/10/2017).


Hari kedua, kata Edik, mengikuti lomba fire fighting (robot line tracer dan bisa mematikan api lilin) dan gathering (robot yang dapat membawa objek kemudian diletakan di posisi yang sudah ditentukan). Hari ketiga mengikuti lomba Drone racing (balapan drone) dan rescue (sama seperti gathering namun rescue hanya mengambil objek bola kemudian diletakan di sebuah kotak).


Sebanyak 13 siswa mengikuti perlombaan tersebut. Mereka berkompetisi dengan 200 peserta lainnya.


"Ada 13 perwakilan dari SD Muhammadiyah. Mereka berkompetisi dengan peserta lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bali, Sumatera, dan lain-lain," ujar Endik.


Endik mengaku 13 anak ini merupakan anak-anak yang dipilihnya dengan berbagai pertimbangan untuk mengikuti kompetisi WIRC.


"Anak-anak didik saya yang memilih dengan pertimbangan kesungguhan,merekabelajar mendalami robotika, disiplin diri, dan mereka memiliki bakat di bidang robotika. Hal yang paling penting adalah dukungan orang tua, karena lomba seperti ini perlu biaya akomodasi pribadi, sekolah hanya membayar pelatihnya saja," akunya.


Ada 3 dari 13 siswa yang menyabet 2 juara sekaligus yaitu Fadhillah Ginting (11), Reyhan Nino (11), dan M. Fairuz (10).


"Fadhillah meraih 2 medali emas dari lomba maze solving dan gathering, Nino meraih medali perak pada lomba maze solving dan medali perunggu pada lomba fire fighting, dan Fairuz meraih medali perunggu pada lomba maze solving dan medali perak pada lomba gathering," jelas Endik.


Endik berharap selanjutnya anak-anak SD Muhammadiyah 4 tidak hanya berprestasi dibidang akademik saja, namun juga berprestasi dibidang robotika dan yang lainnya.


"Harapan ke depannya anak-anak selain berprestasi di bidang akademik, mereka juga berprestasi di bidang robotika. Saya berharap anak-anak ini bisa mempertahankan prestasi di bidang robotika seperti almamater tahun 2009 lalu, supaya ke depan mereka tidak hanya ikut perlombaan robotika bertaraf nasional saja tapi juga bisa ikuti perlombaan robotika bertaraf internasional," tandas Endhik.


Tak selalu mulus, Fadhillah yang meraih 2 medali emas sekaligus mengaku sempat gagal saat mengikuti kompetisi maze solving dan gathering."Yang lomba pertama (maze solving) gagal pas lomba soalnya robotnya gak stabil dan rodanya licin. Pada waktuperlombaan sensornya rusak, selotipnya ilang jadi berhenti di tengah jalan," ungkap Fadhillah.Melihat mobilnya berhenti, Fadhillah dengan temannya Rakha Adinata (11) segera mengganti sensor dan roda pada robot buatan mereka."perlombaan 2 sesi, pada waktu sesi 1 kita kalah sampai nangis lalu ternyata masih ada sesi 2 jadi kita perbaiki dan akhirnya maze solving kita paling cepat waktunya, yaitu 10 detik," ujar Fadhillah Ginting.


Fadhillah mengaku kegagalan pada lombanya terjadi karena kurang teliti dan kerjasama. Namun berkat dukungan dari orang tua dan sekolah, ia tidak menyerah untuk perbaiki kegagalannya.


"Kami gagal karena kurang teliti dan kurang kerjasama. Alhamdulilah kami bisa perbaiki maze solvingnya dan menang. Kami juga bisa menang karena didukung sama orang tua, pelatih, kepala sekolah untuk tidak menyerah walaupun gagal," pungkasnya. [Is]


Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3695963/tim-robotika-sd-ini-sabet-10-medali-di-kompetisi-robot-di-bandung