Sigit Priohutomo dalam Rakornis; Tingkatkan Pelayanan untuk Langsung dirasakan Masyarakat
  • 293
  • 0
  • 0
  • 0

Jakarta — Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo, membuka dan memimpin rapat koordinasi teknis (rakornis) mengenai anggaran kesehatan 5 persen APBN di ruang rapat utama lt 7, gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin (31/10).
 
Dalam rakornis tersebut hadir beberapa perwakilan kementerian dan lembaga (K/L) antara lain Farmakes, BKKBN, Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Kementerian Dalam Negeri.
 
Sigit mengatkan, rakornis kali ini akan lebih menekankan kepada pemanfaatan anggaran kesehatan. Program terpadu, katanya, pendidikan dan pelatihan. Dampak pelayanannya lebih langsung dirasakan pada program pelatihan. Namun, untuk pendidikan dan lainnya perlu diatur agar masyarakat juga bisa langsung merasakan manfaat dan kegunaannya.
 
“Kalau kita lihat di sini program terpadu yang kita bentuk ada pendidikan dan pelatihan. Kalau pelatihan itu dampak pelayanannya bisa dirasakan langsung pada masyarakat, sedangkan untuk pendidikan dilakukan untuk manajerial dan sebagainya mungkin harus dipisahkan, dan untuk tambahannya hampir seluruhnya pada masyakarat dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutur Sigit.
 
Selain itu, target RPJMN 2015-2019 antara lain; meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat; meningkatnya pengendalian penyakit menular dan tidak menular; meningkatnya pemerataan; mutu pelayanan kesehatan  dan sumber daya kesehatan; perlindungan sosial bagi penduduk rentan dan kurang mampu (40 persen pendudu berpendapatan terendah); kependudukan dan Keluarga Berencana.
 
Maka, untuk mengatasi defisit anggaran BPJS sebesar Rp3,6 T perlu dilakukan langkah-langkah yang konkrit seperti mengefektifkan kemandirian keanggotaan; memperluas jangkauan kepesertaan; memaksimalkan kolektifitas iuran anggota; peningkatan komitmen dan peran serta Pemerintah Daerah (Pemda); mengendalikan biaya pelayanan serta peningkatan sosialisasi. (jam)