Seskemenko PMK Resmi Lepas Tim Ekspedisi Bhakti PMK
  • 306
  • 0
  • 0
  • 0

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Seskemenko PMK) Y.B. Satya Sananugraha menjadi Inspektur upacara pelepasan peserta Bhakti Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2016 di gladak KRI Banda Aceh 593, Sabtu (30/4) pagi.

Dalam sambutannya, Sesmenko PMK mengungkapkan bahwa Ekspedisi Bhakti PMK tahun 2016 ini adalah melanjutkan kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan sejak tahun 2011 dengan nama Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara. Saat ini juga sedang dilaksanakan Ekspedisi NKRI di seluruh daerah di provinsi Papua Barat.

Ekspedisi ini melibatkan dua ribu personil dari berbagai unsur TNI, Pegawai Negeri, Mahasiswa dan Organisasi Masyarakat untuk meneliti, mengeksplorasi dan memberikan bantuan ke daerah-daerah yang dikunjungi. Untuk itu, Ekspedisi PMK diintegrasikan sebagai kegiatan bersama yang akan berakhir pada puncaknya dengan kegiatan bersama di Kaimana.

“Kegiatan ini merupakan salah satu model yang kita bangun sebagai wujud dari adanya perhatian pemerintah pusat bersama dengan berbagai komponen masyarakat, perguruan tinggi dan dunia usaha. Secara keseluruhan merupakan perwujudan “negara hadir” ke tengah-tengah masyarakat yang selama ini tertinggal, terluar, dan terpencil,” ungkap Seskemenko PMK.

Lebih lanjut, Seskemenko PMK menegaskan bahwa perhatian dan kepedulian pemerintah dan segenap pihak kepada masyarakat di daerah terluar, teringgal dan terpencil adalah seiring dengan Visi dan Misi pemerintah dengan program Nawacita, yaitu: Visi “Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong” dan Misi mewujudkan ”Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional”.

“Menko PMK saat mendapat tugas khusus dari Presiden yaitu memimpin Gerakan Revolusi Mental. Artinya, kita saat ini mendapat peran untuk merintis upaya-upaya agar Revolusi Mental sungguh terjadi di negara kita untuk menyongsong masa depan. Kita harus mendorong terjadinya perubahan-perubahan di masyarakat, dalam cara pandang, sikap, perilaku dan perbuatan nyata agar kita menjadi bangsa yang maju, kuat, dan kokoh dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan,” ujarnya.

Adanya kegiatan Ekspedisi Bhakti PMK ini, tambahnya, berarti merintis dan belajar memberikan contoh nyata Revolusi Mental, bahwa semua pihak bisa berkoordinasi, bersama-sama saling mendukung dan memberikan perhatian untuk membantu masyarakat di pulau-pulau teringgal dan terpencil. Kehadiran Tim Ekspedisi Bhakti PMK ke pulau-pulau tersebut mewakili semua komponen bangsa. Berbagai kementerian/lembaga, TNI AL, dunia usaha, yayasan sosial, keagamaan, pramuka, perguruan tinggi dan organisasi masyarakat lainnya sama sama terlibat.

“Di Kaimana nanti dengan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat kita akan wujudkan suatu “role model” revolusi mental, yaitu aksi-aksi nyata atau Gerakan “Indonesia Melayani”, “Indonesia Bersih”, “Indonesia Tertib”, “Indonesia Mandiri”, dan “Indonesia Bersatu”,” terangnya.

Di sisi lain, Seskemenko PMK menyatakan bahwa sebenarnya banyak dunia usaha yang bisa mereka berikan untuk kegiatan kepedulian sosial, namun selama ini tidak ada ruang atau fasilitas untuk bisa melakukan sesuatu.

Adanya Ekspedisi PMK ini sangat strategis bagi kalangan dunia usaha maupun perorangan yang mempunyai kepedulian sosial untuk berperan serta. Untuk itu, bantuan program dan kegiatan yang berupa penyuluhan dan pelatihan akan menjadi sangat penting bagi pulau-pulau yang dikunjungi, untuk menjadi pemicu dpemacu bagi kegiatan dan inovasi produktif yang bisa mereka lakukan dalam membangun diri mereka sendiri.

“Saya berharap kegiatan mulai ini tidak berhenti sampai disini saja. Saya juga berharap pada saat kunjungan di pulau-pulau tersebut diharapkan dapat digali potensi dan permasalahan yang ada sehingga sepulangnya dari kegiatan ada upaya yang lebih kongkrit untuk membangun daerah tersebut secara berkelanjutan,” harapnya. (*)

sumber : indopos.co.id