Sekolah Kejuruan Ini Sediakan Fasilitas Keren untuk Calon Animator
  • 289
  • 0
  • 0
  • 0

Para siswa SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah sekolah sampai jam 9 malam! Bukan karena dipaksa belajar sampai malam oleh pihak sekolah, melainkan justru karena murid-murid SMK Raden Umar Said betah menggunakan fasilitas sekolah untuk berbagi ilmu dan menciptakan karya animasi. SMK Raden Umar Said memang telah menyediakan ruang khusus bernama Animation Studio RUS untuk praktik siswa setelah jam sekolah. Pasalnya, kurikulum SMK juga mewajibkan 50% waktu belajar digunakan untuk praktik.

 

“Tempatnya nyaman, fasilitasnya juga mumpuni, sehingga kami nyaman dan bisa lebih banyak ruang untuk belajar,” ujar Ardi, salah satu murid SMK Raden Umar Said.




‘Nongkrong-nongkrong’ murid SMK Raden Umar Said di sekolah bukanlah tanpa hasil. Pada Februari lalu, film animasi tiga dimensi buatan SMK Raden Umar Said berjudul Pasoa dan Sang  Pemberani telah resmi di rilis di Jakarta. Film yang berhasil digarap selama 15 bulan itu berdurasi 25 menit dan dibuat oleh 38 murid kelas 10 dan 11 SMK Raden Umar Said.

 

Technical Advisor RUS Animation Studio, Daniel Harjanto mengatakan tujuan awal dari pembuatan film itu adalah sebagai sarana pembelajaran dan praktik para siswa guna mengaplikasikan ilmu yang didapat dari bangku sekolah menjadi karya seni yang bernilai. Film animasi 3D ini pun menggaet sejumlah artis untuk mengisi suara dan lagu. Sebut saja Tria vokalis band The Changcuters mengisi suara Amet Mude (salah satu tokoh Pasoa dan Sang Pemberani –red).


Pasoa dan Sang Pemberani bercerita tentang kearifan lokal dalam budaya Indonesia. Dimana Pasoa adalah hewan mitologi yang bertugas untuk melindungi kekayaan hayati di hutan dari gempuran pembangunan kerajaan di daerah tersebut. Kesan moral yang bisa didapatkan dalam film ini adalah tentang bagaimana perlunya menjaga keseimbangan alam Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan dongeng tradisional ke masyarakat Indonesia. [An]

 

(sumber foto: http://rus-animation.com/)