Salut ! Pasangan Suami Istri Penyandang Disabilitas Fisik Jadi Relawan BPNT
  • 35
  • 0
  • 0
  • 0

Bandar Lampung - Manusia diciptakan dalam keadaan yang paling sempurna menurut Sang Pencipta. Semua manusia pun memiliki kedudukan yang sama di mata-Nya. Meski kita menganggap ada saja mereka yang memiliki kekurangan dan bahkan sangat berbeda dari pada kita. Namun sesungguhnya itulah keistimewaan mereka daripada kita sebagai manusia pada umumnya.

Hal tersebut dibuktikan oleh pasangan suami/istri Wawan Setiawan dan Siti Chotijah penyandang disabilitas fisik. Berbekal kelapangan hati serta teguh pada nilai – nilai intergritas dan etos kerja yang baik, pasangan ini secara mandiri membantu penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yakni mengantarkan beras dan telur ke alamat secara gratis khususnya kepada lanjut usia dan ibu hamil di tiga e-warong wilayah Kota Bandarlampung.

"Kami penyandang disabilitas tidak ada hambatan untuk membantu penyandang masalah sosial lainnya," kata Wawan, di Bandarlampung, Selasa (11/9).

Ia mengatakan bahwa niatnya untuk mengantarkan bantuan karena melihat nenek-nenek bersusah payah membawa beras dan telor dari e-warong. Nenek tersebut juga tak punya ongkos untuk membayar ojek, sehingga harus dibawa sendiri.

"Saya ikhlas membantu mengantarkan bantuan beras dan telor, khususnya untuk para lanjut usia dan juga ibu-ibu hamil serta para disabilitas yang tidak bisa membawa pulang bantuannya dari e-warong," kata Wawan yang diaminin oleh istrinya.


Meskipun, Wawan sebagai penyandang disabilitas fisik sejak lahir karena kedua kakinya lumpuh layu dan istrinya juga lumpuh layu kaki sebelah kirinya. Mereka yang sehari harinya berusaha sebagai tukang servis peralatan elektronika dan Susi menerima jahitan di rumahnya yang beralamat di Perum Korpri Blok C. 5 No 16 Bandarlampung.

Walaupun dengan keterbatasan yang dia miliki namun masih menyediakan waktu dan tenaganya untuk membantu penyandang masalah sosial lainnya.


Pada setiap bulannya Wawan membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lansia dan ibu hamil serta penyandang desabilitas di tiga e-warong rata-rata sebanyak 75 sampai dengan 100 orang.

Mbah Surtinah sebagai KPM yang tinggal di Jl.Pulau Buton, Gg. Citra 2, Jaga Baya 3 mengatakan atas kepedulian Wawan dan istrinya merasa sangat terbantu sekali.

"Adanya mas Wawan dan mbak Susi berkenan bembantu kami mengantarkan beras dan telur sampai kerumah tentunya saya senang sekali bagaimana tidak; sebelumnya setiap pulang dari e-warong badan saya pegal-pegal semua," kata Mbah Surtinah..

Kadis Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni membenarkan kepedulian penyandang disabilitas Wawan dan Susi terhadap KPM BPNT khususnya para lansia dan ibu hamil dan disabilitas fisik lainnya.

Ia mengatakan bahwa di Kota Bandarlampung jumlah KPM penerima BPNT sebanyak 49.711 KPM dengan jumlah e-warong sebanyak 71 tempat.

Penyandang disabilitas yang memiliki kendaraan roda tiga sebanyak 6 orang. Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami undang untuk juga mengikuti jejak saudara Wawan dan Susi.

"Saya rencanakan enam orang defabel fisik yang memiliki kendaraan roda tiga akan kami undang untuk diberikan motivasi agar peduli terhadap penyandang masalah sosial lainnya khususnya para KPM lansia, ibu hamil dan defabel penerima BPNT," katanya.

Sumarju menambahkan juga bahwa Susi adalah Ketua Himpunan Wanita Desabilitas Indonesia (HWDI) Lampung dan juga pengurus Yayasan Citra Baru yang menyelenggarakan rehabilitas sosial, rehabilitasi vocasional dan rehabilitasi medis bagi para desabilitas. (Aws/Sn)

 

Sumber foto : Suarawajarfm.com