Revolusi MentalBerbasis Otak
  • 315
  • 0
  • 0
  • 0

Jakarta - Temu Kerja Nasional Lembaga Jaringan Indonesia(Jari) dalam agenda Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sebagaimana yangdigagas Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) merupakan bentukkomitmen dalam mengawal agenda pembangunan bangsa melalui revolusi mentalberbasis otak.

 

Koordinator Jaringan Indonesia Yayat Biaro mengatakan,pentinggnya basis otak manusia dalam memenagkan persaingan menjadi kajian sainsbanyak negara di belahan dunia. “Hal ini penting mengingat di belahan dunialain, khususnya negara maju seperti Amerika dan Eropa, otak menjadi kajiansains untuk memenangkan pertarungan di masa depan," ujarnya di HotelMercure, Cikini, Kamis (2/6).

 

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula pakar ilmuneurosains dari Universitas Sam Ratulangi Taufik Pasiak. Dia mengatakan, ilmuneurosains memang belum terlalu diperhatikan di Indonesia. Padahal, sambungnya,ilmu ini sangat berguna untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) usia dini,di antaranya untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan kesehatan mentalkomunitas. “Tanpa melibatkan otak atau neuron mustahil GNRM bisa berjalanbaik,” tandas Taufik.

 

Selain itu, Kepala Grup Manajemen Perubahan BPJS Kesehatan, OniJauhari menjelaskan, BPJS Kesehatan berkomitmen menyelenggarakan revolusimental melalui nilai-nilai integritas profesional, pelayanan prima danefisiensi operasional. “Itulah mengapa kami (BPJS Kesehatan) sebagai regulatordan katalisator pembiayaan kesehatan optimis Gerakan Nasional Revolusi Mentaldi sektor ini bisa berjalan baik,” jelas Oni.

 

Demikian penting kualitas kesehatan otak dalam kehidupan.Komitmen Jari serta pihak terkait patut diapresiasi bahwa pembangunan SDMmelalui GNRM sangat pula ditentukan kenerja otak yang sehat. (jam)

Sumber Sindonews.com