Revolusi Mental, Pramono Anung: Menjadi Bangsa petarung
  • 309
  • 0
  • 0
  • 0

Jakarta - Masalah sumber daya manusia menjadi satu prioritas dalam pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla atau Jokowi-JK. Revolusi mental diyakini dapat menjawab semua persoalan yang berkaitan dengan kualitas SDM Indonesia.

Dalam menyiapkan ataupun melahirkan generasi tangguh di masa depan. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, sebenarnya masyarakat Indonesia bisa disiplin dan tertib dengan sistem yang baik.

"Ini menjadi persoalan tersendiri karena kita melihat bahwa sebenarnya bangsa kita bisa tertib dan menganut sistem yang baik," ucap Pramono di kantornya, Jakarta, Kamis, (9/6).

Orang Indonesia jika hendak pergi ke Singapura, katanya mencontohkan, mereka menjadi manusia lain yang lebih maju dan modern.

"Di Singapura, dia (orang Indonesia) menjadi manusia yang lain. Dia menjadi tertib dan mau mengantre. Buang sampah juga cari tempatnya dan sebagainya," ujar Sekretaris Kabinet itu.

Maka dari itu, sambung Pramono, di awal saat pemerintahan Jokowi-JK dibentuk dan apa yang sudah disampaikan pada saat kampanye (Pilpres 2014) adalah bagaimana kita mengubah karakter metal bangsa menjadi bangsa maju dan modern.

Pramono menjelaskan lebih gamblang. "Bangsa ini (Indonesia) harus diubah dan diciptakan menjadi bangsa petarung. Agar bisa memenangkan petarungan di kemudian hari," tegasnya.

Oleh sebab itulah, bangsa Indonesia harus punya daya saing atau daya kompetitor. "Adanya persaingan, bisa menciptakan suatu kompetisi. Dan kita bisa menjadi bangsa yang lebih kuat dan tangguh," Pungkas Pramono. (jam)

Sumber: Liputan6