Rektor Seluruh PTN Jatim Bersinergi, Ciptakan Tenaga Terampil Untuk Jawa Timur
  • 292
  • 0
  • 0
  • 0

Sinergi antara Kampus dengan Pemerintah menjadi langkah penting dalam membangun Jawa Timur ke depan, kerja sama ini dirasa sangat penting untuk menciptakan SDM yang mampu berinovasi dan kreatif serta berdaya saing tinggi.  Tujuan itu hendak diwujudkan melalui dalam Rapat Kerja Rektor dan Wakil Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jatim di Auditorium Rektorat lantai 11 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Wetan.

Prof. Warsono, MS., Rektor Unesa, saat membuka acara, menghaturkan sambutan hangat kepada para hadirin. Lebih khusus, ia mengapresiasi kehadiran Soekarwo, Gubernur Jawa Timur. “Kami mengapresiasi sekaligus menunggu gagasan Pakde Karwo tentang pendidikan. Ini penting sebagai panduan kami para pimpinan perguruan tinggi untuk mensinergikan kekuatan dalam membangun Jawa Timur lebih baik,” terangnya.

Sinergi ini juga menjadi tajuk dalam sambutan Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D., Ketua Forum Paguyuban Rektor dan Wakil Rektor PTN. Rektor Universitas Negeri Jember ini menyatakan pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu sinergi untuk membangun daerah terutama soal pendidikan sebagai bagian dari program SDG’s. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan soal pendidikan. “Indikator SDG’s di Jatim menunjukkan sudah hampir terpenuhi dan hampir melampaui nasional, jadi sinergi ini sangat diperlukan,” katanya.


Gandeng Kampus Siapkan Tenaga Terampil

Salah satu agenda penting dalam rapat kerja kali ini ialah presentasi Soekarwo, Gubernur Jatim, di depan para rektor dan wakil rektor. Dalam paparannya, Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menyatakan rencana untuk bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk mengampu beberapa SMK serta menyiapkan pelatihan dan kurikulum berbasis industri bagi siswa.

“Tahun 2019 Jatim akan mengalami bonus demografi, artinya mayoritas penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 69,60 persen. Untuk itu, pengembangan SDM terutama pendidikan vokasi untuk mencetak tenaga kerja terampil, sangat dibutuhkan. Bila tidak, jumlah pengangguran akan semakin meningkat”, terangnya.

Selain tentang lulusan, Gubernur juga ingin meningkatkan kualitas sekolah melalui kerjasama dengan PTN ini. Ia membuka data bahwa dari 1.663 SMK swasta di Jatim, sebanyak 1.294 SMK belum tersertifikasi.

“PTN kami harapkan mengampu dan memberi pelatihan bagi guru-guru SMK sehingga standar lulusannya naik menjadi standar internasional. Kami akan MoU dengan PTN, dan ini akan mulai Tahun 2018,” katanya.

Pakde mencontohkan beberapa kerjasama dengan PTN diantaranya bidang kesehatan dengan Universitas Airlangga Surabaya dan pelatihan di BLK milik Unesa di Kampus Ketintang. “Di bidang kesehatan misalnya, bidan bisa belajar sesuatu yang unik seperti akupuntur. Yang unik seperti ini bisa dikembangkan hingga tingkat internasional,” terangnya.[]