Realisasi Nyata, FLS Buktikan Lewat Karya Buku untuk Indonesia
  • 297
  • 0
  • 0
  • 0

Telah banyak penemuan, pemikiran, dan perencanaan yang tercetuskan. Namun belum banyak yang bisa merealisasikannya. Pemuda tentunya mempunyai banyak ide dan gagasan baru yang lebih sejalan dengan jaman. Meski telah banyak program pemberdayaan pemuda yang menghasilkan para pemuda dengan pola pikir hebat, namun bagaimana jika semua pemikiran dan perencanaan yang tercetuskan hanya berhenti di kepala tanpa ada realisasinya.


Nyatanya,  gagasan sebagus apapun tidak akan ada manfaatnya tanpa adanya realisasi nyata. Tidak akan ada perubahan selama tidak ada aksi. Dare to create!


“Awal perubahan dimulai dari hal kecil hingga hal besar. Mari menjadi pemuda yang berani dan bangga mewujudkan kreasinya. Dare to create!,” Future Leader Summit.

Dengan semangat Indonesia Mandiri dan Bersatu, serta integritas yang tinggi, sekelompok pemuda dari berbagai kota di Indonesia menyatukan karya nyata dalam menciptakan sebuah buku berjudul “29 Solusi Muda untuk Indonesia."

Sebuah buku hasil karya alumni delegasi Future Leader Summit (FLS) 2017, dengan menginspirasi pembaca melalui inspiratif pemuda-pemudi dalam mewujudkan cita-citanya agar memberikan manfaat bagi masyarakat.


FLS merupakan konferensi tingkat nasional yang menjembatani pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia dengan berbagai latar belakang passion berbeda untuk berkolaborasi menghasilkan sebuah karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.


Ide tersebut awal mulanya diinisiasi oleh Rezky Firmansyah, salah satu delegasi FLS yang sudah lama berkecimpung di dunia sastra dan saat ini bertindak sebagai project officer Buku 29 Solusi Muda untuk Indonesia.


Adapun Retno Khoirunnisa, Majid Siregar, dan Asri D merupakan 3 dari 29 penulis yang turut menyukseskan proses pembuatan buku ini dengan cara berbagi inspirasi tentang social project yang dimiliki masing-masing.


Kumpulan pemuda-pemudi inisiator buku ini atau sering disapa SuperTeam juga telah merencanakan bahwa 50% dari profit penjualan buku ini akan disumbangkan kepada salah satu yayasan kanker di Indonesia.

 
“Hal ini dilakukan sebagai rasa kepedulian kepada sesama dalam menginpirasi masyarakat,” ungkap Retno di Makassar Kamis 19 Oktober 2017.

 

Ia pun berharap agar karya buku tersebut tidak hanya akan menjadi buku bacaan, melainkan mampu menularkan inspirasi dan semangat.


“Tidak perlu menunggu tua dan kaya raya untuk bisa berkontribusi bagi negeri dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas,” tukas Mahasiswi angkatan 2014 Fakultas Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat itu.


Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Okrober 2017,  buku antologi ini dilaunching serentak di 9 kota besar di Indonesai yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Surabaya, Semarang, Yogya, Padang, dan Batam. [Is]


Sumber : https://makassar.terkini.id