Prihatin Terhadap Sungai Ciliwung, Ribuan Warga Bogor Berlomba Mulung Sampah
  • 326
  • 0
  • 0
  • 0

Sungai Ciliwung salah satu sungai terbesar yang melintas dari Bogor hingga ke Jakarta. Sungai yang memiliki panjang hampir 120 km ini selalu menjadi penyebab banjir yang terjadi di wilayah Jakarta. Padahal zaman dahulu sungai ini selalu dilintasi penduduk Jakarta untuk perdagangan.

Namun sayangnya, saat ini Sungai Ciliwung keadaannya sudah sangat memprihatinkan. Banyak sampah yang menumpuk dan juga pembangun liar yang berada di pinggir sungai membuat Sungai Ciliwung menjadi lebih sempit. Hal itu membuat dampak banjir tahunan yang melanda Jakarta dan sekitarnya.

Hal tersebut membuat Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor terdorong, untuk membauat aksi nyata dengan membuat kegiatan unik yaitu mengadakan Lomba Mulung Sampah. Lomba Mulung Sampah Ciliwung menjadi kegiatan positif dan merupakan yang pertama dalam sejarah Kota Bogor.

Agenda tahunan yang sudah berlangsung selama 9 kali sejak tahun 2008 ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga Sungai Ciliwung tetap bersih sudah tinggi. Warga secara serentak, dalam waktu yang sama, melakukan upaya perbaikan kondisi di sepanjang aliran Ciliwung yang penuh dengan sampah.

Seperti yang dilansir di kompas.com, Sejak tahun 2012, kegiatan ini resmi menjadi agenda Pemkot Bogor sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB).

Ketua Panitia Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Hardiyanti mengatakan, meski belum diikuti seluruh warga yang berada di bantaran Ciliwung, kompetisi ini telah menjadi momentum penting bagi warga Bogor untuk menumbuhkan gerakan massa peduli Sungai Ciliwung.

“Ciliwung adalah sungai penting yang mengalir di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Sungai ini bersinggungan langsung dengan daerah-daerah permukiman. Tahun 2020 Ciliwung bebas sampah, pasti bisa," ucap Hardiyanti 20/5/2017.

Hardiyanti menambahkan, kegiatan mulung sampah Ciliwung ini dilakukan di 13 kelurahan Kota Bogor, yaitu Katulampa, Tajur, Sindang Rasa, Babakan Pasar, Baranangsiang, Sempur, Bantarjati, Kedung Badak, Cibuluh, Kedung Halang, Sukaresmi, Tanah Sareal dan Sukasari.

Dengan banyaknya lokasi yang dibersihkan, Hardiyanti berharap, dalam waktu dekat tidak ada lagi sampah-sampah yang mengotori aliran Sungai Ciliwung. [Ar/dbs]


Sumber Foto: liputan6.com