Praktek Plagiarisme Harus Dihentikan
  • 315
  • 0
  • 0
  • 0

Plagiarisme merupakan salah satu permasalahan di bidang pendidikan yang harus segera diselesaikan. “Praktek Ini harus dihentikan,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Prof. Agus Sartono.

 

Menurut Agus, munculnya plagiarisme antara lain disebabkan oleh keterlambatan dalam mendidik anak-anak untuk menghormati norma dan etika dalam mengutip pendapat orang lain. “Ini harusnya diajarkan dengan benar sejak SMP sampai perguruan tinggi. Kelihatannya sederhana, tapi ini menyangkut norma dasar kejujuran akademis” jelas Prof. Agus.

 

Permasalahan plagiarisme ini harus menjadi perhatian khusus dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). “Bagi mereka yang terbukti plagiat, seharusnya gelarnya dicabut. Ini sebuah momentum untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat atau lembaga pendidikan untuk tidak main-main” tegas Prof. Agus. Selanjutnya Prof. Agus mengingatkan perguruan tinggi merupakan tiang utama dari pendidikan karakter. “Kalau dirusak dengan cara-cara seperti ini lalu kepada siapa kita akan belajar tentang integritas dan kejujuran ilmiah, kepada siapa lagi kita berharap jika lembaga pendidikan tinggi mementingkan hasil daripada proses” ujarnya.

 

Prof. Agus juga menambahkan bahwa untuk menekan kasus plagiarisme, pendidikan karakter harus semakin ditingkatkan. “Pendidikan harusnya juga bisa dimaknai sebagai media untuk membentuk karakter” tutur Prof. Agus. Untuk semakin meningkatkan pendidikan karakter di seluruh satuan pendidikan, Agus menjelaskan kementeriannya telah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. [Ar/dbs]

 

Sumber foto : kemenkopmk.go.id