Pendidikan Tinggi Di Indonesia Harus Membuka Diri Dengan Pihak Asing
  • 307
  • 0
  • 0
  • 0

Perguruan tinggi di Indonesia harus bisa membuka diri dengan pihak asing untuk meningkatkan kapasitasnya. “Pendidikan tinggi di Indonesia saat ini memang harus bisa berkolaborasi dengan pendidikan asing, namun syaratnya harus diakui secara internasional,” hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Prof. Agus Sartono (09/10).

 

Untuk mendapatkan pengakuan di dunia internasional, Agus mengingatkan bahwa akreditasi merupakan unsur yang penting. “Indonesia memang mempunyai pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Hanya satu persen dari 4400-an perguruan tinggi yang mampu memperoleh akreditasi A.  Ini artinya masih dibutuhkan perbaikan dan peningkatan kualitas dari berbagai perguruan tinggi agar mampu diakui secara internasional” jelas Agus.

 

Pemerintah sendiri terus mendorong perbaikan pendidikan tinggi di Indonesia melalui berbagai upaya seperti melakukan pendampingan bagi universitas untuk meningkatkan akreditasi, mengundang guru besar (profesor) dari luar negeri untuk berbagi pengalaman dengan universitas di dalam negeri dan melakukan program akreditasi internasional.  

 

Saat ini terdapat 54 universitas yang memiliki akreditasi A di Indonesia. Selanjutnya, Kementerian Riset, Pendidikan Tinggi, dan Teknologi (Kemenristek Dikti) menargetkan 75 perguruan tinggi dapat memperoleh Akreditasi A pada akhir tahun 2017. Selain itu, diharapkan perguruan tinggi yang memperoleh Akreditasi A ini dapat masuk ke dalam 500 universitas terbaik di dunia pada tahun 2019.

 

Merujuk ke data Kemenristek Dikti, saat ini banyak lembaga pendidikan asing ingin masuk ke Indonesia dan ingin membangun hubungan kerjasama dalam pendidikan dengan beberapa perguruan tinggi lokal. “ini artinya harus bisa menjadi peluang, karena itu diperlukan aturan agar perguruan tinggi di Indonesia bisa diuntungkan,” ujar Agus.

 

Selain itu, Agus mengharapkan para mahasiswa yang menempuh jenjang Sarjana I di dalam negeri, dia sudah bisa membangun jaringan di dalam dan di luar negeri. “Saat ini kita harus berani mendelegasikan putra-putri bangsa di lembaga internasional. Cukup dengan mendelegasikan 100 lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di lembaga-lembaga internasional, ini tentu akan mempunyai pengaruh besar bahkan bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia,” tutup Agus. [Ar/dbs]

 

 

Sumber foto : aksi.co