Pemerintah Tekankan Pengembangan Riset Dan Inovasi Untuk Tingkatkan Daya Saing Indonesia
  • 299
  • 0
  • 0
  • 0

Berdasarkan laporan dari World Economic Forum (WEF) tentang Global Competitiveness Index 2017-2018, peringkat Indonesia mengalami kenaikan ke posisi 36 dari 137 negara. Sebelumnya, Indonesia berada pada posisi 41 pada tahun lalu.

 

Kenaikan peringkat ini menunjukkan Indonesia sudah pada track yang tepat. Hal ini juga memperlihatkan adanya momentum yang mendukung kenaikan daya saing Indonesia di tingkat global. "Kita melihat ada potensi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, daya saing kita akan terus membaik," ujar Prof. Agus Sartono, Deputi Bidang Kordinasi Pendidikan di Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

 

Menurut laporan WEF, kenaikan daya saing Indonesia didorong oleh perbaikan yang terjadi di berbagai sektor seperti insitusi bisnis maupun pemerintahan, lingkungan mikroekonomi, adopsi teknologi, mutu pendidikan dan lainnya. “Kita sedang membangun banyak infrastruktur ekonomi, ini salah satu potensi yang bisa mengatrol daya saing yang lebih tinggi” Prof. Agus menambahkan.

 

Posisi ke-36 memang bukanlah posisi yang ideal bagi Indonesia. Pada tahun 2014, Indonesia sempat berada pada peringkat 34. Jika dibandingkan dengan tiga negara di ASEAN yaitu Thailand yang berada pada peringkat 32, Malaysia di posisi 32, serta Singapura yang berada pada urutan ketiga, maka daya saing Indonesia masih butuh untuk terus ditingkatkan. "Bagi kita, menyalip Thailand dan Malaysia sangat mungkin, menyalip Singapura masih sulit," kata Agus pula.

 

Untuk dapat terus meningkatkan daya saing Indonesia, Prof. Agus menghimbau agar seluruh pihak dapat mengembangkan riset dan inovasi. Pemerintah menurutnya mendukung dan terus mendorong peningkatan kapasitas riset Perguruan Tinggi dan Badan Riset melalui Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang sudah selesai disusun oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. "Dengan begitu kita bisa meningkatkan kemampuan inovasi, kesiapan teknologi dan itu akan mendukung perguruan tinggi menghasilkan tenaga yang lebih menguasai teknologi. Jelas ini akan mendukung daya saing Indonesia" tuturnya. [Ar/dbs]

 

Sumber foto : pedomanbengkulu.com