Pegawai Imigrasi Lakukan PUNGLI? Laporkan Segera!
  • 263
  • 0
  • 0
  • 0

Singkawang– Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karyadhika, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang, Huntal H. Hutauruk, SH diminta oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat terkait yang berhubungan dengan Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang, Kalimantan Barat.

“Misal dalam pembuatan paspor, kita minta masyarakat untuk datang sendiri ke kantor Imigrasi Singkawang, jangan lagi lewat pihak ke tiga atau calo. Karena proses pembuatan paspor sudah sangat mudah,” ujar Huntal, Sabtu (5/11).

Hal ini berkaitan sekali dengan program yang digalakkan oleh Jowoki yaitu Gerakan Nasional Revolusi Mental. Dimana aparatur negara diharapkan menanamkan Gerakan Indonesia Melayani dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Di sisi lain, dengan menggunakan pihak ketiga atau calo sangat tidak sejalan dengan Gerakan Indonesia Tertib yang juga menjadi poin penting dalam GNRM.

Jika syarat dan kelengkapan yang diperlukan sudah lengkap, pemohon hanya tinggal melakukan pembayaran Rp 355.000 di Bank yang telah di tentukan. Kemudian setelah dilakukan pembayaran, dalam waktu tiga hari paspor pemohon sudah bisa diambil selama tidak mengalami kendala dan kelengkapan administrasi yang diperlukan semuanya sudah lengkap, terangnya.

“Sekali lagi saya minta kepada masyarakat yang ingin membuat paspor untuk datang sendiri ke kantor Imigrasi Singkawang, jangan lagi lewat pihak ke tiga atau calo,” pintanya.

Huntal menegaskan kepada seluruh pegawai Imigrasi Singkawang yang di pimpinnya untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat yang ingin membuat paspor. Seandainya ditemukan ada pegawai yang berani untuk melakukan pungutan liar (pungli), maka pihaknya akan memberikan tindakan dan sangsi tegas kepada pegawai tersebut.

Etos kerja dan integritas sangat dijunjung tinggi dalam melaksanakan GNRM. Aparatur negara harus memiliki etos kerja dan integritas guna mencapai apa yang disebut dengan Revolusi Mental.

Sumber: Humas Imigrasi Singkawang