Pangkalpinang Jadi Kota Tertib Berbahasa Pertama di Indonesia
  • 327
  • 0
  • 0
  • 0

Pangkalpinang ­- Tertib, dalam kamus besar bahasa Indonesia, artinya teratur, menurut aturan dan rapi, arti yang lain juga menyebutkan sopan, dengan sepatutnya, aturan dan peraturan yang baik. Sehingga jika tertib adalah sebuah peraturan, budaya dan dilakukan dengan baik oleh masyarakat akan tercipta sebuah keadaan yang tertib, rapi dan teratur yang manfaatnya tentu dirasakan oleh semua pihak.

Kali ini satu perestasi  membanggakan dicapai Kota Pangkalpinang yang diwacanakan untuk dijadikan Kota Tertib Berbahasa. Pasalnya penggunaan bahasa Indonesia di ibukota Provinsi Babel ini dinilai sudah cukup baik. Hal tentu saja sejalan dengan program pemerintah yaitu mewujudkan ‘Indonesia Tertib’ sebagai bagian dari Revolusi Mental.

Seperti yang terlansir di detik.com, Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung telah mengadakan pemantauan penggunaan bahasa di ruang publik kawasan Kota Pangkalpinang. Kota ini dianggap masih masuk taraf tertib menggunakan bahasa.

Meskipun masih ada penggunaan bahasa asing di ruang publik, tapi bahasa Indonesia sudah lebih diutamakan. Maka Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kota Pangkalpinang mencanangkan Kota Pangkalpinang sebagai Kota Tertib Berbahasa.

Deklarasi dilakukan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di kantor Wali Kota Pangkalpinang, Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Senin (30/10/2017).

Deklarasi ditandatangani Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah dan Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung Hidayatul Astar. Serta didampingi Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Setda, SKPD, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang.

"Ini adalah kota pertama yang kita canangkan di Indonesia. Ini Kota Tertib Berbahasa harapannya Pangkalpinang ke depan selalu menjaga ketertiban berbahasa," ujar Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung Hidayatul astar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Edison Taher mengatakan penggunaan bahasa asing di ruang publik, seperti papan petunjuk dan papan selamat datang, dipersilakan. Namun diutamakan dulu penggunaan bahasa Indonesia.

"Utamakan bahasa Indonesia dulu. 'Selamat Datang' bahasa Indonesia, di bawahnya baru 'Welcome', silakan. Kemudian bahasa sehari-hari tidak ada masalah bahasa daerah atau asing, tapi kita utamakan bahasa Indonesia. Mungkin setelah ini kita sosialisasi juga," kata Edison.

"Bandara sudah bagus, ada bahasa Indonesia di bawahnya bahasa asing," pungkasnya.[Ar/dc]


Sumber foto: detik.com