Pameran Desa Wisata Nglinggo: Wujud Nyata Kolaborasi Masyarakat Dan Mahasiswa UII
  • 319
  • 0
  • 1
  • 0

Inovasi pengembangan desa wisata di kawasan Kulonprogo tengah menjadi salah satu perhatian UII dalam aktifitas pengabdian masyarakat. Selama bulan Agustus 2017, UII mengembangkan desa wisata melalui program KKN tematik. Pengembangan desa wisata dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ke desa yang dinilai memiliki potensi sebagai kawasan wisata.

Hal ini kemudiaan diikuti pengelolaan dan pembuatan master plan desa wisata. Selain itu, pendampingan untuk berinovasi membuat produk lokal juga diberikan untuk meningkatkan nilai jual produk dipasaran.  Seperti diungkapkan oleh Kepala Pusat Sosial dan Humaniora DPPM UII, Dr. Sahabudin Sidiq, SE., MA saat meresmikan pameran desa wisata di desa Nglinggo, Pagerharjo Samigaluh, kabupaten Kulon Progo (27/8).

Pameran desa wisata diisi dengan hasil program mahasiswa KKN seperti profil desa wisata, peta wisata, brosur serta desain wisata Nglinggo. Selain itu juga  ditampilkan produk produk yang dikembangkan melalui program KKN oleh mahasiswa UII seperti Kripik Talas Mbak Sutrini, Teh Sangrai Nglinggo, Keripik Pegegan Mbak Sutrini dan Kopi Sangrai Nglinggo. Pengembangan produk juga meliputi pembuatan desain kemasan dan pendampingan pendaftaran perijinan PIRT (pangan industri rumah tangga).

“Selama ini produk produk lokal hanya dikemas ala kadarnya saja, oleh karena itu saya rasa perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pengemasan produk yang menarik sehingga dapat meningkatkan harga jual produk”, ujar Sahabudin Sidiq.

Menurut Sahabudin Sidiq, Desa Nglinggo memiliki potensi alam yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi daerah wisata. Hamparan kebun teh yang membentang cukup luas dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Ia menilai selama ini pengelolaaan desa wisata masih dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, edukasi menganai pengelolaan wisata terutama dalam hal administrasi dan rencana pengembangan pembangunan ke depan perlu diintensifkan.

“Dengan disusunnya program pengembangan desa wisata, semoga nantinya desa Nglinggo bisa menjadi desa yang mandiri melalui rintisan desa wisata ini. Sehingga dapat membantu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat desa” imbuhnya.

Sementara itu, Nova Tri Aryanto selaku koordinator acara pameran desa wisata berharap program mahasiswa KKN dapat terus berleanjut terlepas dari berakhirnya masa KKN di desa itu. “Kami senang dengan hasil yang didapatkan sebulan ini, kita berharap untuk semua program-program yang sudah terlaksana pada tahap awal pengembangan desa wisata seperti sosialisasi BUMDES, pembuatan souvenir, dan kerajian tangan dapat terus berkelanjutan dan dikelola sendiri oleh masyarakat,” tambahnya.[]