Nigel Sielegar: Desainer Kreatif Penjaja Kue Pancong di New York
  • 285
  • 0
  • 0
  • 0

Siapa yang tak kenal Kue Pancong? Jajanan asal Betawi yang terbuat dari santan, tepung beras, dan kelapa ini masih bisa kita temukan di beberapa sudut ibu kota. Namun pernahkah Anda menyangka bahwa kue ini juga menjadi makanan favorit di New York, Amerika Serikat?

Ada sosok Nigel Sielegar, seorang desainer kreatif asal Surabaya, dibalik terkenalnya Kue Pancong di kota Patung Liberty itu. Hobi Nigel membuat Kue Pancong semula hanya mengobati rasa rindunya akan jajanan khas tanah air. Hobinya kemudian berlanjut hingga menjadi brand kuliner bernama Moon Man yang ia dirikan.

Sejak April 2017, Kue Pancong atau yang dikenal Warga Amerika dengan sebutan Coconut Pancake ini tak pernah absen dijajakan Moon Man di pasar malam Queens Night Market, Queens, New York. Kue Pancong buatan Nigel jelas telah menggelitik banyak lidah pengunjung Queens Night Market, hingga akhirnya masuk ke dalam daftar 100 makanan dan minuman terbaru terbaik di Kota New York, versi situs travel TimeOut. Selain itu, Kue Pancong yang diusung Moon Man juga menjadi finalis Vendy Awards, penghargaan yang diberikan kepada para penjual makanan jalanan terbaik di New York.

Kelak, Nigel bercita-cita ingin memasarkan Moon Man hingga ke kota bergengsi Manhattan. Menu utamanya? Jelas Kue Pancong dengan berbagai toping a la Moon Man.

Mengenal sedikit sosok Nigel, cerminan Indonesia Mandiri yang merintis kariernya di New York ini merupakan lulusan Master of Fine Arts dari School of Design & Arts New York. Keahliannya di bidang marketing, web designer, digital design, branding, dan konsultan strategi periklanan, membuatnya diburu banyak klien dan dikenal sebagai desainer multi disiplin.

Sejumlah prestasi pun kerap ia torehkan di berbagai penghargaan di kota New York. Di antaranya penghargaan tertinggi di industri desain International Design Award, hingga delapan kali meraih penghargaan American Grafic Desain Awards. Di sela kesibukannya, Nigel pun masih sempat mengemban pekerjaan sebagai dosen di kampus School of Visual Arts. [An]



(foto: VOA Indonesia)