Minyak Goreng Ulat Ternyata Kaya Vitamin B, Tertarik Mencoba?
  • 311
  • 0
  • 0
  • 0

Minyak Goreng dari Ulat Jerman ‘mahakarya’ Tim Biteback Universitas Brawijaya ternyata punya kandungan sehat. Salah satu anggota Tim Biteback Muhammad Ifdhol menyebutkan, dalam seekor Ulat Jerman terkandung 6mg/100gr zat besi, 20mg vitamin B6, 20mg vitamin B2, serta Omega 3 dan 6. Ulat Jerman ini dikembangkan dari jenis Kumbang Mealworm dengan daur hidup cepat dan hanya perlu sekitar tiga puluh hari.

Proses pembuatan larva menjadi minyak goreng tersebut tidak sulit. Larva-larva itu dijemur lalu dipanaskan supaya kering. Setelah itu larva tersebut diblender. Hasilnya langsung di-press untuk mengambil kandungan lemak yang terdapat di tubuh larva tersebut.

"Setelah di-press, (kemudian) dimurnikan. Supaya bahan-bahan yang tidak diinginkan seperti kotoran dan zat-zat yang lain yang tidak baik untuk minyak goreng dihilangkan. Hasil dari pemurnian itu lantas dilakukan sentrifugasi untuk memisahkan antara kotoran dan hasil minyak murninya. Terakhir, dilakukan deodorasi untuk penghilangkan bau larva tersebut,” jelas Ifdhol.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Nur Hidayat mengatakan, seperti dikutip dalam blog Biteback di TFF, bahwa minyak ini juga memiliki kandungan tinggi asam lemak Polyunsaturated Fatty sehingga cocok untuk konsumsi minyak. "Produk ini juga merupakan solusi alternatif minyak masak yang berkelanjutan," tambahnya.

Menurut Ifdhol, pengembangan Ulat Jerman sangat murah, budidaya ini membuka peluang bagi masyarakat menengah yang ingin berwirausaha dengan modal dan risiko yang rendah. Rekan  satu tim Ifdhol, Mushab Nursantio pun mengamini, serangga ini sangat berpotensi yang besar bagi masyarakat yang misalnya tak punya lahan untuk berbisnis.

“Budidaya ini sangat efisein, satu kampung bisa menghasilkan 500 telur dan bisa jadi ulat tiap dua minggu. Untuk pakan, dikasih limbah organik dari pasar atau limbah industri sereal dari limbah penggilingan gandum. Bicara modal, kira-kira tiap bulan, sekitar 500 kumbang, kurang dari Rp100.000 tapi bisa dijual antara Rp300.000 sampai Rp500.000," ujar Mushab. [An]


Sumber: kompas.com

Sumber foto : antaranews.com