Menolong Tanpa Pamrih Walaupun Bukan Orang Kaya
  • 296
  • 0
  • 0
  • 0

Tanpa harus menjadi orang kaya, Dedi tetap bisa menolong sesama. Dedi, seseorang yang kala itu membantu Melly saat sedang ditimpa kesulitan. Melly, mencari pertolongan untuk menghidupkan motornya yg mogok ditengah-tengah hujan yang deras. Melly yang hanya bisa termenung dan memerhatikan sepeda motornya yang tidak bisa menyala dan tidak bisa melakukan apapun karena keadaan yang saat itu menyulitkan. Hingga malam hampir tiba dan keadaan sekolah semakin sepi, satpam, guru, staf, teman-teman Melly, semua tidak ada yang membantunya. Melly sendirian dalam keadaan tak berdaya. Bukannya tidak bisa melakukan apapun, hanya saja Melly tidak tau cara untuk menghidupkan kembali motor yang soak akibat kehujanan.

Setelah sekian lama, akhirnya ada seseorang dengan rasa peduli dan perhatian membantunya. Seakan telah terpatri dari karakter Indonesia Melayani dalam diri Dedi, seorang penjual bakso yang tinggal bersempitan di kontrakan kecil bersama istri dan anaknya. Saat itu Dedi menghampiri Melly yang sedang kesulitan, dan rela meminjamkan motornya untuk dibawa pulang oleh Melly ketika tahu bahwa motor Melly tidak bisa menyala. Dedi bahkan menawarkan Melly untuk memperbaiki motornya yang tidak bisa menyala.

Melly berpikir bahwa masih ada orang yang baik ditengah era global masyarakat yang seperti ini. Hal yang dilakukan oleh Dedi sungguh bermakna bagi Melly, karena kala itu Melly merasa tidak ada lagi yang membantunya selain seorang Dedi, pada kesulitan sedang menghampirinya. Dedidiberikan uang oleh ayah Melly pun ia memilih untuk tidak mengambilnya, “hidup bukan soal uang tapi mengetahui kebahagiaan apa yang bisa diberikan kepada anak dan istri” ujar Dedi. Melly pun akhirnya hanya mendoakan Dedi agar hidupnya selalu bahagia.

Sebagian orang di dunia ini mungkin merasa hidupnya susah dan tidak memungkinkan jika harus membantu orang lain. Namun ada manusia lain yang hidupnya lebih susah tapi mampu bersyukur dengan keadaan yang ada, itulah sosok Dedi di mata Melly. 

Istri Dedi yang kala itu sempat Melly temui pun memiliki pemikiran yang sama dengan Dedi, bahwa uang bukan tolak ukur kebahagiaan. Hanya untuk bisa beli ini itu, justru tidak memberikan kebahagiaan yang ada. Baginya, cukup bisa makan dan melihat anak bahagia, segalanya jadi lebih ringan untuk dijalani.

Dengan adanya tulisan ini, Melly berharap mampu membuat siapapun yang membaca sadar bahwa tidak ada kebahagiaan untuk diri sendiri. Melly berharap siapapun bisa mencoba untuk mulai membantu orang lain dengan mengobarkan kebaikan. Walaupun hanya punya senyuman atau tenaga, Melly berharap siapapun tidak hanya bisa membahagiakan diri sendiri, karena ada banyak orang yang butuh dibantu. [Is]

Sumber: http://citizen6.liputan6.com/read/3137444/tak-harus-kaya-sosok-ini-menolong-tanpa-pamrih?source=search