Menko PMK: Tuntaskan Pembangunan Mentawai dengan Gotong Royong
  • 298
  • 0
  • 0
  • 0

Pagai Selatan (28/04) - “Kehadiran saya disini dengan Mensos, Menkes, kepala BNPB dan para pejabat lainnya bukan sekedar bertemu. Saya sangat berharap setelah kehadiran kami ada implementasi dari harapan-harapan rakyat yang juga harapan kami agar bisa menyelesaikan satu-persatu dan  perlahan-lahan masalaha yang ada dan yang terpenting adalah dengan cara gotong royong.” Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam kunjungan kerja (kunker) di Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.  

Dalam kunker tersebut Menko PMK berkesempatan menyerahkan berbagai bantuan dari pemerintah pusat kepada masyarakat Kabupaten Kep. Mentawai, meninjau hunian tetap (huntap) korban tsunami Mentawai 2010 silam serta meresmikan kampung KB di Desa Bulasat, Kec. Pagai Selatan,Mentawai, Sumbar. “Dalam kunjungan kerja ini, sengaja saya undang dan hadirkan beberapa menteri dan pejabat eselon I yang mewakili kementeriaannya, untuk dapat melihat dan menyaksikan langsung betapa penyelesaian pembangunan Kab. Mentawai masih jauh dari harapan masyarakat dan rencana aksi yang telah disusun,” kata Menko PMK.

Menurut Menko PMK, dengan kunjungan kerja ini saya ingin melihat secara langsung perkembangan pembangunan hunian tetap (huntap) yang telah dibangun pemerintah sebanyak 2072 rumah serta bisa menyerap berbagai aspirasi secara langsung dari masyarakat.  Namun, lanjut Menko PMK, persoalan yang dihadapi Kab. Kep. Mentawai bukan sekedar persoalan keterbatas infrastruktur, letal geografis yang sulit akan tetapi persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih rendah, itu persoalan yang paling mendasar.“Makanya ketika saya menyalami anak-anak sekolah saya tidak sekedar menyalami tetapi menyentuh dan menatap matanya agar saya bisa merasakan bagaimana perkembangan gizi anak-anak disini,”ungkap Menko PMK.

Menko PMK mengatakan, tidak mudah untuk melakukan percepatan pembangunan di wilayah ini karena keterbatasan-keterbatasan, baik geografis, bentang alam yang banyak memiliki titik rawan bencana maupun keterbatasan infrastruktur. Namun bukan berarti itu tidak mungkin, dengan sinergitas, kerja keras dan semangat gotong royong, insya Allah kita selesaikan dan percepat pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai . “Melalui Nawacita, saya tegaskan bahwa negara hadir dan melanjutkan pembangunan sekaligus menuntaskan beberapa agenda yang telah disusun dalam rencana aksi tersebut,”tegas Menko PMK. Menurut Menko PMK, meskipun Mentawai memiliki keterbatasan, tetapi Mentawai merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang menyimpan dan memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, beberapa event yang telah dilaksanakan di bidang wisata bahari semakin meningkatkan kunjungan wisatawan dan itu merupakan peluang untuk menentukan skala prioritas dalam pembangunan kedepan.“Untuk itu, sekali lagi saya sampaikan bahwa hanya dengan kerja keras, integritas yang tinggi dan dilandasi dengan semangat gotong royong percepatan pembangunan akan berhasil dilaksanakan,”tegas Menko PMK.

Terakhir dalam sambutannya, Menko PMK mengajak seluruh masyarakat yang terkena dampak bencana alam enam tahun yang lalu dan sekarang tinggal di hunian tetap ini untuk tetap semangat dan optimis dalam menatap masa depan. Pemerintah secara bertahap akan melengkapi beberapa sarana dan prasarana serta akan tetap melanjutkan pembangunan di wilayah ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Turut hadir dalam kunker tersebut, Menteri Sosial Khofifah Indarparawangsa, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangille, Anggota DPR RI Fraksi PDIP Alex Indra Lukman, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, dan para pejabat Eselon I dari kementerian/lembaga terkait. (DN) 

sumber : kemenkopmk.go.id