Melestarikan Batik, Menjaga Budaya Indonesia
  • 325
  • 0
  • 0
  • 0

Jakarta - Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dan diakui dunia. Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, batik sebagai kekayaan Bangsa harus terus dilestarikan. Di antaranya dengan menularkan ilmu membatik kepada generasi muda, terutama para siswa sekolah.

 

"Pelatihan membatik harus lebih banyak dilakukan,khususnya kepada siswa. Kita butuh banyak guru dan pelatih karena membatik ini perlu keterampilan khusus, yang hanya dikuasai oleh anak Bangsa Indonesia," kata Menko PMK dalam keterangan tertulis, Minggu (2/10).

 

Menurut Menko PMK, putra putri yang memiliki ketrampilan membatik sebenarnya memiliki masa depan cerah. Pasalnya, banyak industri batik yang kekurangan tenaga terampil, ditambah permintaan batik khas dan asli Indonesia yang meningkat.

 

"Anak-anak yang sudah terampil bisa disambungkan dengan industri batik. Sebab negara lain tidak ada yang bisa meniru dan menyamai batik asli khas Indonesia," kata dia.

 

Menko PMK menuturkan, bahwa batik imitasi dan printing dari negara lain sempat membanjiri Indonesia. Namun pada akhirnya mereka hancur,karena secara kualitas kalah dengan batik asli Tanah Air.

 

"Enggak ada yang bisa mengalahkan batik Indonesia karena memang dari sinilah aslinya. Mulai dari jenis dan warna catnya, titiknya, dandorengnya. Sangat khas dan beda dibanding negara lain. Ini spesialis anak bangsa yang tidak bisa diambil negara lain," tegas Menko PMK.

 

Batik bukan sekadar seni biasa, lanjutnya, namun ada banyak arti yang tersimpan dari seni membatik. Misalnya, Batik Parang sebagai batik tertua di Indonesia dan sudah ada sejak Keraton Solo dan Wonogiri dahulu.

 

Batik Parang ini bercorak huruf S dengan sudut dari tinggi kerendah dari titik diagonal. Bentuk ukirannya mengibaratkan rangkaian salingmenjalin, bermakna kebersamaan.

 

"Batik Parang juga mengandung simbolisasi ombak samuderayang menggulung-gulung sebagai ungkapan semangat kerja," tandasnya. (jam)