Lestarikan Wasiat Indonesia di Pameran WARISAN 2017
  • 287
  • 0
  • 0
  • 0

Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (WARISAN) agaknya bisa menjadi wujud Indonesia Bersatu, untuk bersama-sama melestarikan warisan budaya Indonesia sebelum diakui negara lain. Tahun ini pameran yang mengambil tema Citra Bahtera Nusantara ini kembali dihelat di Jakarta Convention Center Senayan pada 23-26 November 2017.


Acara yang juga sejalan dengan gerakan Indonesia Melayani itu menampilkan tiga wasiat Indonesia yaitu batik, tenun, dan mutiara. Dalam pameran ini, pengunjung dikenakan biaya Rp100 ribu sebagai tiket masuk. Tapi kabar gembira! Bagi pengunjung yang menggunakan ragam produk dari ketiga wasiat tersebut, tidak akan dikenakan biaya masuk alias gratis.


Bukan hanya menyiratkan pesan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia, Pameran WARISAN 2017 juga bertujuan sebagai penghubung lintas generasi dan peralihan peradaban; serta memberikan apresiasi kepada pembatik, penenun, pemerhati, pengrajin dan pengusaha batik, tenun, dan mutiara.


Sepanjang pameran, pengunjung juga dapat menambah pengetahun tentang batik, mutiara, dan tenun melalui beberapa talkshow. Lebih dari itu pengunjung bisa menikmati pertunjukan musik tradisional, games tebak Bahtera berhadiah tiket perjalanan ke Lombok serta penghargaan “WARISAN Awards”.


“Kami menampilkan 126 stan dengan produk batik, tenun dan mutiara bergaransi serta dijamin keasliannya. Batik yang akan ditampilkan hanyalah batik dari hasil penggunaan malam panas 100 persen dengan aplikasi batik tulis, batik cap, atau batik kombinasi. Menghadirkan pula hasil karya Tenun NTT yang terkenal serta tenun songket yang mewah dari Palembang. Juga, mutiara air laut Indonesia yang akan dihadirkan pada pameran ini yang asli dan tersertifikasi, “ papar  Umi Noor Wijiati, Direktur PT Mediatama Binakreasi, penyelenggara Pameran WARISAN 2017.


Tahun ini adalah kali kedua penyelenggaraan Pameran WARISAN. Bedanya dengan tahun lalu, menurut Umi, kali ini produk-produk bernilai tenun dan mutiara yang terjamin keasliannya turut dipamerkan. “Tahun lalu hanya batik, berdasarkan masukan pengunjung tahun lalu kami sertakan tahun ini produk tenun dan mutiara,” imbuhnya.


Pameran ini bukan sekadar pameran produk seni dan kerajinan semata, yang berbeda, produk yang dipamerkan harus melalui proses kurasi yang timnya terdiri dari pakar-pakar dibidangnya yaitu Dudung Alie Syahbana (Kurator Batik), Komarudin Kudiya (Kurator Batik), Romi Okta Birawa (Kurator Batik), Koestriastuti (Kurator Tenun), dan Ratna Zhuhry (Kurator Mutiara).


Dalam penyelenggaraannya pameran Warisan dikatakan Umi Noor didukung penuh pemerintah melalui: Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) dan juga Yayasan Batik Indonesia (YBI), Cita Tenun Indonesia (CTI), Aosisasi Budidaya Mutiara Indonesia,  Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), dan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI). [An]




(foto: tabloidbintang.com)