Komunitas Pelangi Nusantara: Bisnis dan Sosial Jalan Bersama
  • 341
  • 0
  • 0
  • 0

Bentuk kreatifitas tiada henti diwujudkan dalam bisnis, yang bukan melulu aktivitas menjual produk demi meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Bisnis juga bisa dibangun dengan melibatkan kelompok ibu-ibu dan masyarakat di sekitar kita sehingga turut membantu perekonomian mereka, dan berpartisipasi dalam mengurangi angka keluarga miskin. Itulah jenis bisnis yang dijalani oleh Noor Suryanti (41), pengusaha Garmen asal Singosari, Malang, Jawa Timur.

Noor, begitu dia biasa dipanggil, mulai merintis bisnis yang bernuansa sosial ini pada 2008 dengan membentuk kelompok wirausaha sosial yang melibatkan ratusan ibu-ibu dan perempuan setempat. Dengan mengusung nama Komunitas Pelangi Nusantara, yang dipatenkan tahun 2011, Noor mengajarkan cara mengolah limbah potongan kain dari garmen menjadi produk layak pakai, seperti tas, sarung bantal, dan kain selimut. Sebanyak 20 sampai 30 jenis produk yang dihasilkan komunitas ini.

Dari ide kecil itu, komunitas yang menampung sekitar 150 anggota, terdiri dari 15 kelompok, sudah menghasilkan Rp10 juta per kelompok. Nilai itu semua diperoleh dari penjualan produk yang mereka buat, mulai harga Rp10.000 sampai Rp2.5 juta.

Ide Noor ini bukan saja bisa memberi penghasilan bagi ibu rumahtangga yang terlibat, melainkan juga memberdayakan para anggota komunitas karena pertemuan menjadi ajang berbagi pengetahuan para anggota.

"Ini sama saja dengan mengalihkan perhatian pada masyarakat, yang semula mereka kurang kegiatan dan ujung-ujungnya memilih menikah muda sekarang mereka sudah mengerti dan terampil," ujar Noor Suryanti.

Berkat kegiatannya memberdayakan masyarakat setempat secara ekonomi dan sosial itu, maka Ketua Komunitas Pelangi Nusantara itu terpilih sebagai pemenang Community Enterpreneurs Challenge untuk kategori Pemula (start-up), yang diselenggarakan oleh Arthur Guinnes Fund dan British Council.

Anak kedua dari empat bersaudara itu bisa terbang ke luar negeri untuk berpartisipasi dalam kunjungan studi ke Inggris pada Bulan Mei 2013 dan mendapatkan hadiah total Rp 100 juta.

"Sama sekali tidak menyangka bisa ke luar negeri gratis. Ini baru pertama kali," ujarnya. []