Kemenko Pmk: Untuk Diakui Dunia Internasional, Akreditasi Perguruan Tinggi Merupakan Hal Utama
  • 264
  • 0
  • 0
  • 0

Kemenko PMK menekankan bahwa perguruan tinggi di Indonesia harus memiliki akreditasi yang baik sehingga dapat diakui di dunia internasional. “Indonesia memang mempunyai pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Hanya satu persen dari 4400-an perguruan tinggi yang mampu memperoleh akreditasi A” jelas Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK. Prof. Agus Sartono.

 

Pemerintah juga terus mendorong agar perguruan tinggi melakukan berbagai upaya perbaikan sehingga dapat diakui di dunia internasional. Berbagai upaya tersebut antara lain melakukan pendampingan untuk meningkatkan akreditasi, mengundang guru besar (profesor) dari luar negeri, dan melakukan program akreditasi nasional.

 

Indonesia saat ini hanya memiliki 54 perguruan tinggi dengan akreditasi A. Terkait hal ini, Pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan akreditasi. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menargetkan sebanyak 75 perguruan tinggi memperoleh akreditasi A pada akhir tahun 2017, sehingga nantinya dari pada tahun 2019 ada perguruan tinggi yang dapat masuk ke peringkat 500 universitas terbaik di dunia.

 

Menurut data Kemenristek Dikti, saat ini terdapat lembaga-lembaga pendidikan asing yang ingin bekerja sama dengan sejumlah perguran tinggi di dalam negeri. “Ini artinya harus bisa menjadi peluang, karena itu diperlukan aturan agar perguruan tinggi di Indonesia bisa diuntungkan” uajr Prof. Agus. Walaupun demikian, Prof. Agus tetap mengingatkan agar kualitas perguruan tinggi harus ditingkatkan terlebih dahulu sebelum berkolaborasi dengan lembaga pendidikan asing “Pendidikan tinggi di Indonesia saat ini memang harus bisa berkolaborasi dengan pendidikan asing, namun syaratnya harus diakui secara internasional” pungkas Prof. Agus. [Ar/dbs]

 

Sumber foto : kemenkopmk.go.id