Kembangkan Mesin Cetak Braille dari Norwegia, ITS Siap Diproduksi Massal
  • 230
  • 0
  • 0
  • 0

SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengujicobakan mesin cetak huruf Braille hasil karya tim dosen dari Fakultas Teknologi Elektro (FTE) di sekolah luar biasa (SLB) Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) di Jalan Gebang Putih, Surabaya, Kamis (23/11/2017).

Mesin cetak Braille (Braille Embossers) ini merupakan mesin pencetak aksara timbul yang digunakan para penyandang tunanetra untuk membaca. Hasil cetakannya pun berbeda dengan printer pada umumnya.

Tim dosen dari FTE ITS dengan tim inti beranggotakan tiga orang, yakni Tri Arief Sardjono sebagai ketua tim, Tasripan, dan Hendra Kusuma, dengan Integritas dan Etos Kerja yang tinggi, telah berhasil mengembangkan mesin yang dapat mencetak 1.200 halaman per jam ini.

Sejak tahun 2012, tim ITS ini sebenarnya telah menggarap riset mesin cetak Braille ini. Mesin cetak Braille ini merupakan pengembangan dari mesin cetak berasal dari Norwegia yang telah dimiliki oleh sejumlah SLB di Indonesia. Sayang mesin asal Norwegia itu saat ini kebanyakan dalam kondisi yang sudah tidak layak.

“Tim dari ITS saat itu diminta oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk membantu memperbaikinya,” jelas Tri yang saat ini menjabat sebagai Dekan FTE.

Akhirnya tahun 2014, lanjut pria yang kerap disapa Arief ini, ITS berhasil membuat prototype hasil pengembangan mesin cetak Braille dari Norwegia.

Hasil yang lebih baik dan bagus pada beberapa fiturnya, hal ini sekaligus menjadi mesin pencetak huruf braile pertama buatan anak negeri. Karena di Indonesia, sampai saat ini tidak ada perusahaan manufaktur mesin cetak Braille.

“Tahun 2015, ITS berhasil mendistribusikan tiga prototype mesin ini ke SLB di Jayapura, Ambon, dan Pangkal Pinang,” paparnya. [Is]

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2017/11/23/pertama-kalai-its-berhasil-kembangkan-mesin-cetak-braille-dari-norwegia-siap-diproduksi-massal