Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Kemah Kampung Damai dari Kota Bumi Sintuwu Maroso Poso Gerakan Perdamaian

POSO — Di Bumi Sintuwu Maroso, anak - anak muda lintas iman membangun kemah kampung damai di Desa Tegalrejo selama 4 hari, yakni pada 19 - 22 September 2018. Selama 4 hari kemah kampung damai ini, anak-anak muda lintas iman bertemu dan tinggal bersama, mencari bahkan membangun pengalaman bagaimana hidup bersama dalam perbedaan.

Hal tersebut seperti yang diucapkan oleh Pdt. Budi Tarusu dari GKST Klasis Poso Kota, ia memaparkan bahwa pengalaman - pengalaman masa lalu yang pernah menjadi catatan hitam sejarah relasi antar masyarakat di Poso tidak akan kita lupakan untuk menjadi sebuah pelajaran hidup berharga membangun kebersamaan dan persaudaraan di tengah-tengah masyarakat Poso. Untuk itulah upaya mempertemuakan anak - anak dari berbagai latar belakang agama ini menjadi sebuah upaya yang harus terus digerakkan.

“Selama 4 hari mereka akan hidup bersama dalam tenda yang sama. Mereka akan saling mengenal satu dengan yang lain dengan semua perbedaan yang ada di dalamnya, sehingga akhirnya mereka akan saling memahami bahwa dalam tenda yang sama ternyata perbedaan bukanlah menjadi masalah” paparnya.

Sementara itu Wakil Bupati Poso, Bapak Samsuri yang hadir dan sekaligus membuka acara tersebut mengatakan, bahwa Budaya Poso yang memiliki semangat dan nilai-nilai perdamaian harus terus dihidupkan pada anak-anak muda generasi masa depan. Sehingga nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian itu menjadi hidup dalam membangun relasi ditengah kemajemukan yang ada di Poso.

“Kegiatan Kemah Kampung Damai ini adalah inisiatif-inisiatif yang lahir dari masyarakat yang harus terus didorong dan Pemerintah Daerah Poso akan terus mendukung upaya - upaya yang baik dan positif ini” ujarnya.


Selanjutnya Direktur Paritas Institute Pdt. Penrad Siagian, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membangun sistem dan mekanisme pertahanan diri berbasis komunitas dari masyarakat sipil lintas iman atas semakin suburnya radikalisme yg berbasis SARA dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Dalam kegiatan ini selain membangun pengalaman hidup bersama sebagai jalan untuk saling belajar dan mengenal, para peserta juga akan dibawa berkunjung ke rumah - rumah ibadah. Dalam perkunjungan ini para peserta akan berdialog dengan pimpinan rumah ibadah tersebut. Hal ini penting agar anak - anak muda lintas iman ini akhirnya dapat mengenal secara langsung apa dan bagaimana rumah ibadah yang berbeda dengan rumah ibadahnya masing - masing. Melalui pengenalan yang terbangun kita optimis maka prasangka, stereotype dan kebencian tidak akan berkembang di tengah - tengah relasi yang ada.

Hadir dalam pembukaan Kemah Kampung Damai ini juga Camat Poso Kota Utara Bpk. Efendi Cafii, mewakili Kesbangpol Kabupaten Poso, Bpk. Muktar, Ustad Ibrahim Ismail, SAg. MHI. (Skertaris Komda Alkhairaat) serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Poso Bpk. Ngadiono Akase, SE, SY.


Sumber : Paritas Institute

0
0
36
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan