Inklusi Dharmasraya Resmi di Buka Usung Dialog Revolusi Mental
  • 217
  • 0
  • 0
  • 0

Dharmasraya - Salah satu visi yang ingin diwujudkan dalam visi Indonesia 2045 tentang masyarakat inklusif adalah terwujudnya akses terhadap keadilan, partisipasi dalam penyusunan kebijakan, serta pengentasan kesenjangan sosial. Oleh sebab itu Program Peduli menginisiasi Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Pembangunan Manusia Inklusif sebagai upaya untuk lebih memperhatikan keberadaan kelompok masyarakat yang selama ini mengalami proses peminggiran tidak dapat mengakses dan mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara karena perbedaan cara pandang maupun diskriminasi dalam pelayanan dasar.

Sesuai dengan hal tersebut Pada  Rabu (29/8), Pekan Inklusi Dharmasraya secara resmi dibuka oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan, M Yusuf.

Dalam sambutannya, M Yusuf menyambut baik kegiatan pekan Inklusi yang digelar di Dharmasraya. Menurutnya, dengan adanya pekan Inklusi Dharmasraya ditambah dengan adanya dialog gerakan nasional revolusi mental akan lahir kader kader penggerak revolusi mental di tingkat pemerintah dan masyarakat untuk mendorong kebijakan pembangunan inklusif.

Selain itu, lanjut M Yusuf, dirinya juga akan mensinergikan upaya dan praktek baik yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembangunan inklusif, meningkatkan kapasitas kader penggerak revolusi mental ditingkat pemerintahan dan masyarakat untuk memfasilitasi gerakan perubahan pada tingkat komunitas, nagari dan pemerintah daerah.

"Saya berharap dari pelaksanaan dialog gerakan nasional revolusi mental ini, dapat meningkatkan pemahaman kita semua tentang revolusi mental yang bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan perannya sebagai aparatur pemerintah. Serta dapat menciptakan individu yang berpotensi menjadi penggerak dalam mengimplementasikan revolusi mental diintansi saudara masing-masing," tegasnya.

M Yusuf menambahkan, kegiatan ini juga dilaksanakan secara paralel dengan pagelaran festival budaya komunitas SAD yang dilaksanakan Kamis 30 Agustus 2018.

"Ini merupakan kesempatan untuk mempertemukan komunitas SAD dan para kader penggiat Inklusi sosial yang berada di Lintas Tengah Sumatera dengan mengangkat tema kegiatan yakni pekan Inklusi Dharmasraya,"ujarnya. (dbs/de)

 

Sumber Foto : Dharmasraya Ekspres