Indonesia Tertib Belajar Bangun Trotoar dari Surabaya
  • 363
  • 0
  • 0
  • 0

Gerakan Indonesia Tertib. Ini adalah salah satu gerakan dalam program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk mengubah perilaku masyarakat Indonesia. Kali ini Koalisi Pejalan Kaki bersama Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat belajar membangun trotoar yang layak bagi pejalan kaki kepada Pemkot Surabaya. Koalisi menilai, trotoar di Surabaya lebih baik dari di Jakarta.

"Jakarta, belajarlah dari Surabaya, enggak perlu malu-malu, sekecil apa pun kota kalau mumpuni infrastrukturnya ya tidak apa-apa," kata Pendiri Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus ketika dihubungi, Rabu (2/8/2017).

Menurut Alfred, trotoar di Surabaya dibuat cukup lebar dan rapi. Tempat utilitas seperti manhole dan ducting pun dibuat lurus.

Kondisi itu berbeda dengan di Jakarta. Menurut dia, guiding block bagi tunanetra di Jakarta dibuat berbelok-belok  bagaikan ular  tangga  karena  harus menghindari utilitas  maupun  tanaman.  Selain  itu, Pemkot Surabaya mewajibkan pemilik bangunan untuk menyesuaikan akses masuk bangunan dengan trotoar.

Dengan begitu, pengguna kursi roda tak perlu naik turun menyesuaikan ketinggian trotoar dan jalan. "Bahkan antara satu trotoar dengan trotoar lain yang terpisah jalan. Mereka pakai speed bump jadi  trotoar sejajar tidak perlu naik turun," ujar Alfred.

Mengenai belajar dari Surabaya ini pernah disinggung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ketika ia  masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ahok mengatakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah puluhan tahun belajar untuk menata kota. Risma pernah menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Surabaya, hingga menjadi Wali Kota Surabaya.

Ahok mengakui, pengalaman yang sudah lebih dari 10 tahun itu membuat Risma berhasil membenahi beberapa hal di Surabaya. Sementara itu, Ahok membutuhkan waktu agar trotoar di Jakarta bisa sebaik Surabaya, apalagi luas wilayah Jakarta lebih besar daripada Surabaya.

"Makanya kita mau belajar itu dari Bu Risma. Bu Risma menata (trotoar) itu butuh waktu yang lama," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (11/8/2016). [Is]