Indonesia Laporkan Dua Capaian Tentang Perlindungan Anak Dalam Rangkaian Sidang Umum Pbb
  • 263
  • 0
  • 0
  • 0

Populasi 87 juta anak Indonesia adalah bonus demografi yang sangat berharga. Mereka adalah aset nasional yang harus dididik dan dirawat dalam lingkungan yang sehat seraya dijauhkan dari potensi kekerasan, agar tumbuh menjadi angkatan kerja yang kreatif dan produktif di masa depan. ‘’Indonesia telah meluncurkan Strategi Nasional untuk Menghapuskan Kekerasan terhadap Anak pada tahun 2016,demikian yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam laporan pencapaian Indonesia terkait dengan Sustainable Development Goals (SDG) di dalam forum Launch of the Roadmap for a Peaceful  Justice and Inclusive Societies (Peluncuran Peta Jalan Untuk Masyarakat Damai, Adil, dan Inklusif), di tengah rangkaian Sidang Umum PBB di New York, Kamis 21 September 2017.

 

Dalam forum yang diprakarsai Indonesia dan tiga negara lainnya, yaitu Brazil, Sierra Leone, dan Swiss, Puan mengapresiasi peluncuran peta jalan ini. “Indonesia menyambut baik inisiatif global dalam rangka mempercepat pencapaian SDG” ujar Puan. Menko PMK ini juga menyampaikan komitmen Indonesia sebagai anggota PBB untuk terus mencapai target-target di dalam SDG dan juga Peta jalan yang diluncurkan.

 

Menurut Puan, beberapa fokus di dalam Strategi Nasional ini antara lain adalah memberikan bantuan asupan gizi ekstra bagi anak-anak balita dari keluarga miskin, bantuan pendidikan, dan penyediaan ruang untuk anak-anak tumbuh kembang secara lebih sehat. Dengan masih adanya ancaman kekerasan kepada anak-anak, Pemerintah Indonesia mendorong perubahan norma-norma masyarakat yang cenderung permisif dengan kekerasan terhadap anak. Gejala kekerasan kepada anak akan dipantau dan didata secara seksama, agar angka kekerasaan bisa terus ditekan.

 

Selanjutnya, Puan juga akan menyampaikan keberhasilan Pemerintah Indonesia untuk membangun lingkungan yang kondusif terhadap pertumbuhan anak. “Forum Anak-Anak, Pusat Pembelajaran Keluarga, dan Ruang Kreatif Anak didirikan di 34 Provinsi di Indonesia” ujar Puan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong partisipasi anak dalam kegiatan sosial. [Ar/pmk]

 

Sumber foto : kemenkopmk.go.id