Hari Demokrasi Internasional
Menteri Puan: “bikin pesan produktif, itu keren”
  • 316
  • 0
  • 0
  • 0

PBB telah menetapkan tanggal 15 September sebagai Hari Demokrasi Internasional. Memperingati hari tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda untuk terus memperdalam pemahaman mengenai prinsip-prinsip demokrasi di tengah tatanan dunia yang bergerak pesat.

 

“Di tengah perubahan ini kita harus terus memegang komitmen bahwa dalam tatanan demokrasi ini pemerintah harus mendapatkan mandat dari sebagian besar rakyat. Namun, sebesar apapun mandat dari rakyat, kewenangan pemerintahan negara tetap dibatasi oleh hukum dan konstitusi,” ujar Puan.

 

Melihat era demokrasi yang berjalan secara digital, ditandai dengan aktifnya pemuda dalam menggunakan media sosial, Puan mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan media sosial tersebut secara produktif, inspiratif, dan bermanfaat. “Hindari fitnah, hoax, pornografi, dan pesan yang mengandung kekerasan atau pelecehan. Bikin pesan yang produktif, bermanfaat bagi khalayak, inspiratif, dan atraktif. Itu baru keren” pesan Puan.

 

Hari Demokrasi Internasional, tambah Puan, pantasnya dijadikan momentum untuk semakin memperkuat nilai-nilai Revolusi Mental seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong dan etos kerja.

 

“Internalisasi nilai-nilai Revolusi Mental tersebut dapat menumbuhkan mental positif terhadap proses demokrasi yang dinamis di Tanah Air. Penting juga bagi generasi muda untuk terus meningkatkan semangat gotong royong antar sesama, agar bisa menjadi peredam di tengah berbagai perbedaan. Semangat gotong royong itu merupakan fondasi untuk membangun harmoni dan meredakan sikap intoleransi,” tutup Puan.

 

Peran Penting Pemuda dalam Demokrasi

Sebagai negara penganut sistem demokrasi, Indonesia patut bangga dan bersyukur pada peringatan Hari Demokarasi Internasional ini. Pasalnya, Indonesia memiliki sejarah demokrasi yang cukup panjang dan saat ini terus meningkatkan dan memelihara nilai-nilai serta praktik demokrasi yang sudah dijalankan.

 

Melihat sejarah di Indonesia, terdapat elemen yang memiliki peran penting dalam membawa Indonesia ke wajah demokrasi. Pemuda adalah elemen dalam masyarakat yang memiliki peran membawa Indonesia sampai ke tataran demokrasi, yang sudah dirasakan selama sekitar 19 tahun. Pemuda merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk terus berjalan lurus pada ideologi demokrasi. Pemuda jugalah yang terus memberi masukan dan juga tak jarang memberikan peringatan terhadap pemerintah apabila demokrasi berada di dalam ancaman. [Ar/dbs]

 

Sumber foto : BeritaHati.com