Germas: Kembalikan Pola Hidup Sehat Masyarakat Indonesia
  • 321
  • 0
  • 0
  • 0

Tak dapat dipungkiri, era modern telah menggeser pola hidup sehat di kalangan masyarakat Indonesia. Tercatat sebanyak 93 persen populasi dengan usia di atas 10 tahun, dinilai kurang mengonsumsi buah dan sayur. Populasi perokok di antara laki-laki usia di atas 15 tahun mencapai 36 persen dan di kalangan perempuan jumlahnya 1,9 persen. Sementara itu hanya 26 persen dari warga Indonesia yang tercatat menjalankan aktivitas fisik yang cukup untuk hidup sehat.

 

Situasi ini mengundang keprihatinan Presiden Joko Widodo yang kemudian menerbitkan Inpres No.1/2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Berkaitan dengan instruksi ini, Deputi Bidang Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sigit Priohutomo mengatakan, GERMAS mengajak masyarakat untuk mengembalikan pola hidup sehat melalui aktifitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta cek kesehatan secara berkala.

 

“GERMAS perlu digalakkan di tengah mayoritas masyarakat Indonesia yang tak gemar berolahraga dan kurang peduli dengan kesehatan. Umumnya, masyarakat baru melakukan cek kesehatan setelah menemukan adanya penyakit,” imbuh Sigit di perayaan Hari Jantung Sedunia, 29 September 2017.

 

Disampaikan Sigit, Kemenko PMK pun turut andil dalam mengkoordinasikan Program GERMAS ini kepada sejumlah kementerian teknis. Salah satu langkahnya adalah melalui pembagian alat tensi meter kepada 63 kementrian dan lembaga negara oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

 

“Secara simbolis Menteri Puan mengajak seluruh kementerian dan lembaga agar serentak menjalankan GERMAS,” tanggap Sigit.

 

GERMAS, menurut Sigit, sekaligus dimaksudkan untuk mengurangi penyakit Katastropik seperti jantung, kanker, hingga gagal ginjal yang diketahui menyerang masyarakat modern (pengkonsumsi minuman ringan berkadar gula tinggi, perokok, dan pengkonsumsi makanan cepat saji).

 

Kemenko PMK, menargetkan tahun 2017 ini, GERMAS dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintahan provinsi, dengan segala elemennya. “Germas ini solusi kesehatan yang murah dan praktis dalam menjaga kesehatan. Kita hanya perlu melakukan aktivitas fisik seperti olah raga dan peregangan otot tiap jam 10.00 hingga 19.00, makan buah dan sayur, serta mengecek kesehatan seperti mengukur tekanan darah. Tidak sulit kan,” ujarnya. [Ar/dbs]

 

Sumber foto : Depkes.go.id