"Gerakan Padang Melayani" Implementasikan Revolusi Mental
  • 325
  • 0
  • 0
  • 0


Padang - "Gerakan Padang Melayani" merupakan implementasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gerakan seperti ini patut ditiru dan dilaksanakan di daerah-daerah lain.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Padang, Sumatera Barat, Kamis (28/4). Seusai melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Mentawai, Menko Puan melanjutkan agenda kedua bersama Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mendeklarasikan "Gerakan Padang Melayani" di kantor Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat

"Kalau tadi sudah ada kesepakatan, saya harapkan ke depan memang sebagai gerakan nasional yang menjadi program pemerintahan Jokowi," kata Puan.

Dia menekankan seluruh kepala daerah agar menjalankan seluruh kebijakan pemerintah pusat. Dalam hal semangat revolusi mental, misalnya, dia meminta kepala daerah mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam membangun daerah.

Menurut Puan, semuanya diaplikasikan secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Bukan sebaliknya, program-program kemasyarakatan menjadi gegap gempita saat peluncuran atau dideklarasikan, namun nihil dalam hal pelaksanaan.

"Jangan sampai yang tadi ditandatangani jadi acara seremonial. Buktikan kalau akan mengantarkan KTP dan Kartu Keluarga ke rumah-rumah, yang membuat itu suatu lompatan besar. Artinya, kita jemput bola, karena Gerakan Nasional Revolusi Mental itu bagaimana kita melayani," kata Puan.

Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya mengatakan, pelayanan plus yang akan diberikan masyarakat secara teknis dengan melayani pembuatan KTP dan KK ke masing-masing rumah masyarakat. Dikatakan, "Gerakan Padang Melayani" sudah diperkuat dengan Surat Keputusan Wali Kota yang diterbitkan belum lama ini.

Kota Padang bertekad, seluruh jajarannya di tingkat kecamatan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Diakui, selama ini pelayanan yang diberikan belum akurat dan memuaskan masyarakat.

Mahyedi berharap, 11 camat di Kota Padang setelah deklarasi tersebut nantinya benar-benar menjadi aparatur birokrasi yang melayani masyarakat dengan bijak. Kedatangan Menko PMK bersama kementerian teknis lainnya juga diharapkan semakin memberikan motivasi bagi aparatur di Kota Padang dalam melayani masyarakat, setelah sebelumnya mereka dikunjungi Presiden Jokowi.

sumber : beritasatu.com