Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Gerakan Indonesia Bersih, Berantas Sampah Lewat Bank Sampah

Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma busuk yang sangat menyengat. Sampah merupakan masalah umum di semua kota di dunia dan DKI Jakarta merupakan salah satu kota besar yang sedang mengalami masalah peningkatan volume sampah.

Dalam hal ini indikator yang paling besar adalah kepedulian masyarakat dalam mewujudkan kota yang bersih. Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dipelopori oleh Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), salah satunya, yaitu menciptakan Indonesia Bersih.

Tujuan dari penanaman nilai Revolusi Mental ini, yaitu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut serta menciptakan Indonesia yang lebih baik. Salah satu upaya untuk menciptakan Indonesia Bersih yaitu mengurangi sampah di Jakarta.

Dengan upaya yang dilakukan Yayasan Uniliver Indonesia  menggencarkan program pemberdayaan Bank Sampah sejak tahun 2008, dengan menghasilkan 2.237 Bank Sampah di seluruh Indonesia, kini upaya tersebut telah. mengurangi 4.787 ton beban sampah ke Tempat Pembuangan Akhir pada 2017. Dan untuk di Jakarta sendiri, total ada 290 Bank Sampah dengan total sampah yang dikelola sebesar 582 ton pada 2017.

Menurut Head of Environment and Sustainability Yayasan Unilever Indonesia Maya Tamimi, dibutuhkan upaya berkesinambungan dalam mengelola sampah yang melibatkan seluruh pihak. Unilever sendiri ke depannya akan berupaya untuk menekan produksi sampah yang tidak bisa didaur ulang.

"Sampah plastik masih menjadi problem utama. Komitmen kami semua hasil produksi plastik dari produk kami (Unilever) sebelum 2025 akan bisa didaur ulang," kata Maya.

Sementara untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pengelola bank sampah se-Jabodetabek yang telah membantu pemeliharaan lingkungan, Unilever Indonesia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menggelar Apresiasi Program "Jakarta Green and Clean 2017" yang dilakukan di 18 kota di Indonesia.

"Pengelolaan sampah adalah kegiatan wajib, di pemerintahan kami dari DLH diwajibkan menurunkan volume sampah yang akan diolah TPA Bantargerbang untuk DKI," ucap Sekretaris DLH Provinsi DKI, Yusiono A Supalaldi.

"Untuk bisa meningkatkan pengurangan salah satunya melalui bank sampah. Mereka (bank sampah) ini penting dan berperan langsung dalam memberikan efek pengurangan sampah," kata Yusiono. [Is]

Sumber: http://www.viva.co.id

0
0
106
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan