Festival Anak Sholeh” Yayasan Rizki Bashito Insani
  • 319
  • 0
  • 0
  • 0

Depok (6/11) - Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordiantor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Haswan Yunaz, pagi ini menghadiri dan resmi membuka acara "Festival Anak Sholeh" Yayasan Rizki Bashito Insani di Kecamatan Cimanggis, Depok. 
 
Acara diawali dengan menyanyikan mars cabe rawit dan penampilan pencak silat asad tunggal oleh anak didik Yayasan Rizki Bashito Insani.
 
Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Penggerak Pembina Generasi Penerus (PPG) Yayasan Rizki Bashito Insani bekerja sama dengan Kemenko PMK.
 
Dalam kesempatan itu, Haswan Yunaz mengatakan , salah satu tujuan kelompok akar padi ini untuk membina akhlak mulia dan budi pekerti sejak dini dan mulai dari pemahaman hingga pelaksanaan yang baik dan benar. 
 
Selain itu, Yayasan Rizki Bashito Insani tak hanya melalukan pembinaan terhadap akhlak. Pembinaan fisik pun dilakukan dengan berolah raga, serta pembinaan kebudayaan ditunjukkan dengan pencak silatnya. 
 
"Ini penting karena kita sadar betul bahwa ancaman atau tantangan di masa mendatang sarat persaingan. Ini merupakan bagian dari perjuangan, menguatkan generasi kita agar tidak dieksploitasi oleh bangsa lain," tuturnya.
 
Menurut Haswan Yunaz, pembinaan terhadap anak didik kita harus dilakukan secara terus-menerus. Pasalnya, dalam menimbah ilmu itu dimulai sejak lahir hingga kembali kepada yang Maha Kuasa.
 
“Pembinaan generasi muda harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Oleh itulah, kami mengajak bapak ibu mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk mengubah cara pikir, sikap, dan perilaku menjadi lebih maju dan modern," ucapnya.
 
Haswan juga menjelaskan, apa itu revolusi mental. Revolusi mental, paparnya, adalah gerakan Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia melayani, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu. Misalnya, di sektor kesehatan ada BPJS. "BPJS itu istilah lainnya adalah gotong-royong, dengan gotong royong kita tertolong," jelas Haswan.
 
Selain itu, lanjutnya, kita sebagai orang tua tidak boleh memaksakan kehendak pada anak kita, justru kita harus mendorong potensi anak kita. Arahkan kemana minat yang harus dibina dan sesuai dengan kebutuhan zaman. "Inilaih revolusi mental," tegas Huswan.
Menurut ketua pelaksana Festival Anak Sholeh ini, Herwan Dhoni mengatakan, kegitan tersebut adalah kegiatan rutin tahunan yang disenggarakan sebagai evaluasi terhadap seluruh peserta PPG Yayasan Rizki Bashito Insani. Dari 460 peserta undangan namun yang teregistrasi 553 peserta.
 
Ada tiga kategori dalam pembeinaan PPG ini, antaranya; pertama, kategori cabe rawit dari 3-6 tahun, kemudian kategori praremaja 6-12 tahun, dan terkhir kategori remaja 12-18 tahun.
 
Festival Anak Sholeh ini mempunyai ragam acara, yaitu; Festival Dai Cilik, Lomba Mewarnai Gambar dan Kaligrafi, Lomba Adzan, Lomba Pencak Silat Asad, Lomba Hafal Al-Qur'an, dan Lomba Tilawatil Al-Qur'an. Sedangkan, untuk remaja fokus pada bazar dan kreativitas lainnya. (jam)