Drone untuk Petani buatan Mahasiswa Indonesia Dipamerkan di Kantor Pusat Microsoft
  • 144
  • 0
  • 0
  • 0

Senin (23/7/2018) Tim BeeHive Drone yang terdiri atas mahasiswa University of Manchester asal Indonesia, mendapat kesempatan menampilkan karyanya di babak showcase Microsoft Imagine Cup 2018 di Redmond, Washington, Amerika Serikat (AS).

Mereka telah melewati tahap penjurian di kantor pusat Microsoft, bersama dengan 48 tim dari berbagai negara.

 

"Sangat senang telah melalui penjurian, juri tadi juga kagum dan memberikan feedback yang bagus, semoga bisa lanjut ke babak berikutnya," kata anggota tim BeeHive Drone, Anindita Pradana Suteja, yang dikutip dari Kompas

 

Selain Anindia, Ishak Hilton Pujantoro Tnunay, Muhamad Randi Ritvaldi, dan Albertus Gian tergabung dalam BeeHive Drone, mereka juga merupakan salah satu pemenang di Imagine Cup 2018 tingkat Asia Pasifik yang berlangsung April 2018 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

 

Atas kemenangan tersebut, mereka berhak tampil di ajang Imagine Cup global di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat.

 

Selain dapat berinteraksi dengan dewan juri secara langsung, kesempatan yang didapat oleh BeeHIve Drone ini juga dimanfaatkan untuk mendapatkan perhatian dari media-media internasional.

 

"Kita harap ini (solusi drone untuk pertanian) juga dilirik oleh media internasional, jadi ada engagement dan membuka peluang kerja sama," kata Albertus Gian, CEO BeeHive Drone.

 

Solusi efisien bagi petani BeeHive Drone yang berlaga di Microsoft Imagine Cup 2018 ini dirancang untuk mengerjakan tugas petani sehari-hari lewat aplikasi ponsel. Tugas yang bisa dilakukan BeeHive Drone, antara lain pengecekan dan analisis tanaman hingga penyiraman air, pupuk, atau pestisida.

 

Dalam hitung-hitungan para mahasiswa ini, petani menghabiskan sekitar Rp1.000.000 per hektar untuk pestisida. Dengan solusi Beehive Drone, para petani diperkirakan bisa mengurangi biaya sebesar Rp300.000, atau lebih hemat 30 persen. Selain itu, drone ini bisa memangkas waktu yang biasanya butuh 1 jam untuk menyemprot 1 hektar lahan, hanya butuh waktu 30 menit.

 

Karya para mahasiswa asal Indonesia ini adalah cerminan dari sebuah aksi nyata nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong yang baik. Teruslah berkarya untuk masyarakat wahai para pemuda Indonesia.

 

Sumber artikel dan foto: https://tekno.kompas.com/