Donasi Buku untuk Masyarakat, Mahasiswa UNIRA Tingkatkan Literasi Membaca
  • 263
  • 0
  • 0
  • 0

Kegiatan mahasiswa bukan hanya kuliah dan demo. Mereka juga bertanggung jawab memerhatikan kondisi sosial. Salah satunya melalui penyadaran minat baca bagi generasi muda. Sebuah tenda berdiri di kawasan Universitas Madura (Unira). Posko itu berada di sebelah selatan kantor rektorat. Beberapa mahasiswa menempati posko tersebut dengan beralas selembar tikar.

Di atas alas itu terdapat sejumlah buku dan kardus. Sejumlah mahasiswa duduk di posko itu sembari menunggu mahasiswa lain yang akan menyumbang buku. Sebagian mahasiswa yang lewat hanya melihat. Ada pula yang menyumbangkan buku. Puluhan buku berbagai judul itu ditata rapi. Buku-buku bekas itu hasil pemberian mahasiswa. Ada juga dari kalangan dosen. Penggalangan buku ini memang rutin dilakukan mereka.

Buku-buku itu nantinya dikumpulkan. Kemudian, diberikan kepada masyarakat. Khususnya generasi muda. Untuk saat ini akan diberikan ke Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan. Buku-buku itu akan didistribusikan ke desa-desa agar masyarakat pelosok juga gemar membaca. Buku itu juga akan disumbangkan ke perpustakaan desa (perpusdes). Dengan demikian, perpusdes bisa menjadi tempat nyaman masyarakat untuk membaca.

Selain penggalangan buku bacaan, mereka juga melakukan penggalangan buku tulis. Buku-buku itu nantinya akan berikan kepada anak yatim atau anak-anak kurang mampu. ”Kita melakukan penggalangan di areal kampus. Kegiatan ini dilakukan sebagai kepedulian kita terhadap generasi dan pendidikan,” kata Sofi Efendi selaku sekretaris panitia penggalangan buku itu.

Penggalangan buku itu digelar untuk menyelamatkan generasi muda di masa yang akan datang. Karena itu, panitia memiliki tajuk kegiatan itu dengan bahasa ‘Selamatkan generasi muda dari kemiskinan bahan bacaan’.

Dengan penggalangan buku itu, diharapkan gairah baca generasi muda meningkat. Sebab diakuinya, minat baca pemuda saat ini sudah menurun. Apalagi masalah membeli buku-buku. Mereka justru lebih nyaman dan terbiasa bermain dengan handphone. Meskipun berjam-jam tidak terasa. Sementara untuk minat membaca sangat rendah. ”Ini adalah tantangan pemuda kita saat ini,” terangnya.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan ini mengingatkan generasi muda agar tidak lupa diri. Lebih-lebih kepada mahasiswa agar tetap ingat sebagai insan akademis. Membaca dan menulis merupakan paket yang harus diprioritaskan.

”Sebab itu, kami akan rutin melakukan penggalangan. Bagi masyarakat yang berkenan menyumbangkan bukunya, kami tunggu di posko Unira,” katanya. Kegiatan ini dilakukan sejak 1 Oktober hingga 3 November 2017.[]