Dari Limbah Rambut Manusia, Dua Siswa SMA Ini Raih Medali Emas Olimpiade AS
  • 329
  • 0
  • 0
  • 0

Dua siswa kelas XII SMA Santa Laurensia, Tangerang Selatan, yaitu Samuel Benedic (17) dan Christopher Richard (17), menyabet medali emas di ajang "Genius Olympiade 2017" di Oswego, Amerika Serikat pada 12-17 Juni 2017 silam. Dengan Integritas keduanya berhasil mengungguli ribuan peserta olimpiade dan 360-an peserta beregu yang berasal dari 73 negara di dunia. Mereka meneliti kandungan rambut yang bermanfaat untuk mencegah korosi pada besi dan logam.

"Idenya awalnya pas saya lihat banyak sampah rambut sampai berdus-dus di tempat saya cukur rambut," kata Samuel dalam keterangan pers, Selasa (24/10/2017).

Samuel kemudian mencari banyak informasi mengenai rambut. Dari pencariannya, Samuel mengetahui ada zat keratin di dalam rambut yang merupakan ikatan unsur sulfida, di mana zat dan bahan tersebut bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas cat.

"Saya pikir, kenapa keratin ini enggak dimanfaatkan untuk di cat saja. Lalu saya coba-coba, bikin formulasi cat yang beda-beda," tutur Samuel.

Kebetulan, saat itu Samuel sedang ada tugas sekolah untuk membuat proyek sains, sehingga dia menuangkan idenya mengetahui manfaat keratin dari rambut sekaligus mengerjakan tugas tersebut. Dari berbagai formulasi cat yang dilapisi ke benda berbahan dasar besi, Samuel menemukan campuran cat dengan ekstrak keratin 15 persen hasilnya lebih baik ketimbang yang tidak ada keratin.

"Sebenarnya bukan hanya secara fungsinya, tapi secara kimiawi cat dengan campuran karetin rambut ini lebih optimal saat diaplikasikan di setiap media cat, dan hasil dari pengecatan juga baik," tutur Samuel.

Cat yang kandungannya ditambah ekstrak keratin dari formulasi sampah rambut akan lebih awet. Karena tidak hanya melindungi secara fisik namun juga secara kimiawi. "Cat dengan ekstrak keratin limbah rambut lebih tahan asam dan besi yang dilapisi cat tersebut tidak mudah korosi,"  ujar Samuel.

Terkait penemuan itu, kini cat dari bahan sampah rambut sedang dikembangkan formulanya agar dapat diaplikasikan pada bahan lain. "Harusnya bisa juga buat cat tembok, dan lain-lainnya. Saya sedang kembangkan ke arah itu, dan sedang usaha membuat patennya," tandas Samuel.

Kepala SMA Santa Laurensia, Theja Kurniawan, mengapresiasi pencapaian muridnya di ajang internasional. Menurut dia, pihak sekolah selama ini sudah menanamkan nilai-nilai kepada muridnya agar tidak melupakan apa yang bisa diberikan kepada masyarakat, tidak sekadar berprestasi secara akademik.[]